Saturday, March 30, 2013

Mimpi.


Semalam aku mimpi kamu lagi. Kamu duduk di salah satu bangku taman di Surapati. Hanya duduk, menatapku dalam. Padahal pagi ini, aku kembali mengunjungimu di ruang Mawar, ah mimpi. Masih sepi, Ayah Bunda mu mungkin belum tiba atau aku yang datang terlalu dini. Kamu masih tertidur tenang, nyenyak sekali, manis. Ini bulan kedua, kamu masih berbaring di sana. Seorang suster masuk ke ruangan, "Permisi, selamat pagi, ini sarapan untuk Pak Indrajaya ya Bu" aku tersenyum, melihat name tag di baju dada kanannya, Ane. "Terima kasih Ane" kemudian Ane meninggalkan ruangan. Aku mulai menyiapkan makanan untukmu. Rasanya sepi sekali, ada rasa takut yang menggumul di dada ingin meluap. Aku lelah, lelah sekali. Tapi kamu masih di sini, entah memberiku nyaman atau beban, aku tidak tahu. Seketika kamu terbangun, menggenggam balik tanganku seolah tahu apa yang ku rasa saat ini, kamu selalu begitu. "Makan ya mas?" tanyaku pelan. Kamu menggeleng. Aku tetap menyuapimu bubur, kamu kemudian tersenyum dan mengikuti mau ku. Kamu memakan sarapan mu bersih sampai habis. Aku senang. Kamu memintaku memutarkan film kesukaan mu, biasanya aku tidak suka menonton bersama mu, karena kamu biasa meninggalkan aku dan seketika tertidur. Tapi sekarang aku mau, karena hari ini kamu manja sekali. Aku duduk di samping kanan mu, di ranjang yang sudah kamu tempati dalam dua bulan ini, aku memeluk mu erat sekali. Dan sekali lagi aku merasa takut. Takut kehilangan. Empat puluh lima menit pertama kamu masih mengajak ku berbicara tentang para pemain film klasik itu. Kamu mulai menghilang di menit ke lima puluh, jam di samping telivisi itu memberi tahu ku. Ah lagi-lagi kamu tertidur, meninggalkan aku. Tangan kiri mu semakin erat memeluk ku selama beberapa detik, kemudian perlahan mulai mengendur. Aku lemas, benar-benar lemas. Kamu mulai pergi, kamu mulai meninggalkan aku di sini, kamu sekarang sedang berjalan ke bangku taman tepat sama seperti yang ada di dalam mimpi ku, bukan? Kamu.. Kamu.. Kamu.. Air mata ku mulai mengalir. Bulir-bulir air mataku jatuh membasahi baju mu. Aku tak berani melepas mu, aku...
Klik. Film di telivisi berakhir. Terdengar langkah seseorang masuk ke ruangan. Ada cahaya yang masuk ke dalam penglihatan ku. Dan kecupan manja di pipiku seketika membangunkan aku. "Selamat pagi sayang" sapa hangat seseorang yang baru saja datang di mimpiku. "Mama" seorang gadis kecil manis dengan pita cantik di kepalanya, mulai kembali menyerang seluruh wajah ku dengan bibirnya, termasuk kamu. -@fadilamh

No comments: