Saturday, June 8, 2013

Obrolan.

"Gue takut bego" kataku miris. "Kenapa takut bego?" suara diujung sana kembali membuat air mataku mmengalir. "Tuh kan! Gue kan udah bilang nggak suka dari dulu ditanyain kenapa" timpalku disela tangis. "Ya kamu udahan dong nangisnya, aku kan bingung jadinya. Kamu kenapa kamu kenapa kamu kenapa?" ledekan sederhana membuat aku tersenyum. "Iya ngerasa bego aja, ngerasa ngebegoin orang, ngerasaa dibegoin, ngerasa ngebegoin diri sendiri" aku menjawab. "Dil, orang ngerasa kayak gitu ada alasannya" tanggapnya. "Iya iya...." kembali cerita dilematis percintaan yang kulewati didengarnya. Kamu selalu menjadi tempat sampah terbaik yang aku punya. Kamu selalu bisa membuat aku nyaman. Kamu memang tidak selalu menyelesaikan masalahku, tapi setidaknya kamu ada, mendengar, membuat aku merasa dimengerti. Ah dimengerti, sulit diungkapkan terkait dengan hal itu. Bahkan dirimu sendiri pun sulit mengerti apa yang kamu mau, bukan? Aku masih menangis tersedu. "Kamu kenapa sih love life-nya ribet tau nggak, penuh dilema" komentarmu santai. "Ya siapa sih yang mau punya cerita penuh dilema mbem" aku kembali diam.

Obrolan bodoh dengan seorang teman yang pernah menjadi sahabat hati di suatu masa. -@fadilamh

No comments: