Thursday, May 12, 2016

Sore itu setelah 5 purnama.

Mungkin ini bukan cerita Cinta dan Rangga yang bertemu kembali setelah ratusan purnama.
Mungkin ini bukan juga cerita Radit dan Jani yang menentang banyak pihak tapi ujungnya pisah juga.
Mungkin juga ini tidak seperti cerita yang dibayangkan kebanyakan orang akan kebahagiaan.
Bukan, jelas bukan.

Bertemu lagi setelah 5 purnama rasanya luar biasa. Sore itu kita duduk berhadapan saling tatap, mungkin sedikit saling mengintimidasi, saling mencoba mendapatkan jawaban di balik setiap tatapan. Ini cafĂ© favoritku, lanjutmu. Aku tersenyum. Ada tatapan hampa dibalik senyum mu yang sedang seolah bahagia di depan ku. Masih jelas teringat bagaimana tatapan itu sampai detik ini.

Aku menghela napas panjang. Memilih banyak diam. Karena aku tahu, tangis ku akan tumpah ruah. Entah bagaimana caranya, kamu membuka pembicaraan tentang bagaimana dirimu menjalankan 5 purnama ini tanpa saling bertukar kabar atau mengirim pesan “sedang apa?” Indah…rasanya indah…tahu kamu tidak sebahagia itu tanpa aku. Rasanya ingin tersenyum, tapi yang keluar justru air mata lainnya. Ada yang aku tahu hari itu, bahwa kamu juga tidak baik-baik saja setelah kamu memutuskan untuk berpisah. Kamu berjuang dengan keras, sama……seperti yang aku lakukan.

Bisa kita kembali seperti dulu? Tanyamu setelah sebuah jeda panjang yang hanya berisi tangisan. Detak jantungku mungkin berhenti sepersekian detik saat itu. Tangis ku semakin pecah. Sudah tidak bisa dibendung lagi. Kemudian kamu lanjut bercerita banyak hal tentang dirimu dan rasa kehilanganmu. Apa ada yang bisa dijadikan jaminan kelak? Tanyaku.

Kamu berjanji tentang banyak hal. Ingat betul rasanya, seketika aku kehilangan rasa percaya terhadap mu. Seketika itu juga. Tidak, aku tidak bilang kau berkata bohong atau membual hal yang tidak mungkin terjadi. Tidak. Hanya saja memang tidak ada yang bisa menjamin apa-apa. Bahagia? Mungkin. Selamanya? Bisa jadi. Sama seperti yang lalu, sebuah ketidak pastian. Berujung ditinggalkan. Tidak, aku tidak mau lagi.

Kita berdiskusi panjang sore itu. Mengungkapkan keluh kesah. Menumpahkan semua perasaan. Sore itu kita saling belajar, bagaimana rasanya saling melepaskan dan menegaskan. Aku belajar banyak sore itu. Belajar tentang rasa yang benar lebih baik untuk tidak saling memiliki. Rasa yang baiknya dibiarkan begitu saja. Rasa yang tidak mampu diperjuangkan sebagaimana pun juga. Rasa yang tidak mampu mengalahkan ego kedua belah pihak. Rasa yang kita sama-sama tahu akan salah kalau terus dilanjutkan. Rasa yang sudah kita jaga puluhan purnama ini, akhirnya kandas juga.

Air mata banyak menyita waktu ku untuk bercerita sore itu. Ada banyak sekali yang ingin aku ceritakan, tapi belum tersampaikan. Kamu tahu, sekarang aku selalu mengurutkan uang di dompet ku dengan rapi. Ingat betul rasanya di teriaki, yang rapi dong, aku nggak suka di dompet aku nggak rapi susunan uangnya. Kemudian tetap ku masukan asal-asalan kembalian dari toko itu.

Kamu tahu, aku bercerita cukup banyak hal dengan Bunda tentang kamu, tentang kita. Air mata ku masih mengalir deras saat itu. Pesannya cuma satu, kalau memang sudah diakhiri, jangan marah kalau dia bersama orang lain. Aku tertawa, garing, dilanjut dengan tetesan air mata. Sedih, sedih rasanya.

Hei, aku tidak pernah secengeng ini sebelumnya. Bahkan biasanya cenderung tidak peduli. Kamu anak yang baik, kata Bunda. Cuma kita beda dan tidak ada yang akan berjuang untuk menghapus perbedaan. Jadi, yasudah ya. Mari melanjutkan kehidupan kita masing-masing.

Mungkin aku menemukan orang lain sekarang.
Mungkin juga kamu akan menemukan orang lain yang tepat di lain waktu.
Aku pergi dulu, sampai bertemu di lain waktu dengan cerita yang baru.

Sunday, April 3, 2016

Jawaban.

Lucu rasanya berkata,
"Aku harus pertama bertemu dengannya,
lalu aku akan memberikan jawabannya."

Hanya satu bulan, tambahku.

Hal ini hanya saja cukup mengerikan bagiku.

Apa yang akan terjadi setelah aku bertemu dengannya?
Tambah yakin kah atau semakin meragu kah aku nantinya.
Aku bahkan tak tahu apa yang sedang aku nantikan.
Bertemu dengannya kah atau memberi jawaban kepadamu.

Semua terasa janggal.
Rasanya mengerikan.

Kadang rasanya berlebihan.
Tapi apa yang dirasa siapa yang tahu.

Hidup diantara pilihan yang tak pasti.
Mengerikan.

Tapi, keputusan yang dibuat pun harus dibuat.
Pergi kah aku ke arahmu?
Atau hanya berhenti dalam diam?

Thursday, March 17, 2016

Tepat kah?


Apa kabar kamu di sana?
Iya, kamu yang pernah selalu tidak lupa memberi kabar.
Iya, kamu yang panik bertanya ketika belum ada pesan yang terbalas.
Iya, kamu yang rela berhenti melangkah ketika aku memohon jangan.
Iya, kamu yang pernah begitu memprioritaskan aku di atas segalanya.

Hari ini aku baik-baik saja.
Semakin membaik. Bukan kah memang seharusnya begitu? Kata orang move on itu sulit. Ya tentu saja sulit, belum ada pengganti mu. Tentu saja berat, belum ada yang lebih baik dari kamu.

Sudah lama rasanya tidak mengalami patah hati yang berlarut-larut. Mungkin kamu begitu dalam meninggalkan bekas luka di cerita kita. Oh, mungkin bukan karena kamu, keadaan yang membuat begitu. Aku tahu kamu tidak sungguh-sungguh berkata tidak ingin bersamaku lagi. Aku tahu kamu bisa jadi yang tersedih ketika menutup pembicaraan kita di telepon waktu itu.

Sudah lebih dari 3 bulan, tapi masih saja aku meneteskan air mata ketika teringat kamu. Mungkin nanti ketika kamu membaca ini aku sudah lebih baik, jauh lebih baik. Atau mungkin ketika kamu membaca ini, hati mu sudah untuk gadis dambaan keluargamu. Siapa yang tahu.

Aku ingin berjalan maju terus dan tak pernah melihat ke belakang, ke bagian kita yang terlalu bahagia. Aku ingin begitu. Ada seseorang yang mungkin lebih baik dari kamu, menunggu aku di depan sana, ada. Tapi bagaimana aku benar-benar tahu dia orang yang tepat? Kalau waktu itu bersama kamu pun aku pernah merasa setepat itu.

Wednesday, March 2, 2016

Mahasapta.

Mahasapta, a little office family of mine.

"If you think you can't stay for yourself, at least try to find a reason for staying a little longer.
And when it's your time to really give up, then remember why at some moments you still can stay."
-Somewhere, Mars.-

Tuesday, March 1, 2016

Bali.

Klapa New Kuta Beach, Uluwatu.
This place could be one of your choices for kind of office event, wedding,
party, or even only for lunch/dinner. The view is awesome!

Hard Rock Cafe Bali.
For those who love rock music wouldn't miss to visit here.
For me, rock is fine, too much rock hmm......will re-think. LOL.

Water sport @ Pandawa Beach.
We paid 350K IDR/ person for this parasailing.
Well, why not. Enjoy the view from up!

Chat Cafe.
Our 24 hours life saver from this hungry people.

Motel Mexicola.
Nice design, feels like Mexican.
Hola!

La Laguna, Seminyak.
Just don't miss the sunset from here ya.
Too awesome to be true!

3 days stayed here will remind me to go back again to the same place.

Wednesday, February 10, 2016

Dieng, Wonosobo.

Bukit Ratapan Angin, 6th Feb 2016
My 3rd time for being here and the beauty never fail me.

Click for the legend.

Bukit Sikunir, 7th Feb 2016.
A story behind the hiking was unforgettable yet crazy much.

"I just can't imagine how my college life would be without this girls.
Thank you for time, laugh, cry, and crazy things.
I love you to the moon, 9Nero!"

Sunday, February 7, 2016

Be Brave, Be Free!


I am within myself imagining how if I were sitting here down with you for waiting the sunrise after hiked 30 minutes up in the very dark morning. It could be awesome!

But then, I am also realizing, if so, I would never feel how it is for being hurt again after too many happy things that I ever had, if so, I could forget how it is for being grateful to make somebody happy because of me, if so, I might forget how it is for becoming the strong me.

Might be so.

So at the day, I saw the sun rised in the middle of the rain, I promised to myself for not forgetting the things I have to pass for becoming a very better me.

Well, I know, this might be looked like a declaration. But, no it is not. This is just another of my thoughts, how I see the world and how I face it.

Be brave, people! Be free.

My notes, February 7th 2016.