Showing posts with label my thought. Show all posts
Showing posts with label my thought. Show all posts

Friday, August 19, 2016

Kaca.

Ini cerita tentang kaca.
Dia yang selalu dipandang, tak jarang sangat menarik hati.
Dia yang memberikan rasa percaya diri, tak jarang pun membuat rasa takut untuk pergi.
Dia yang terlihat kokoh dan ternyata paling mudah retak dibuatnya.

Tahukah kamu siapa yang terlihat seperti kaca?
Mungkin ada di antara kamu atau diantara kalian!
Siapa pun kaca, dia ada, di sana, menatap mu, berharap selalu dianggap, merindu untuk selalu melihat senyum bahagia mu, menunggu sampai batas saatnya dia harus retak.

Tapi walau bagaimana pun, itu tetap kaca.
Ada karena dibuat dan ada karena dibutuhkan.
Jadi apa yang harus dikhawatirkan?

Kamu ada kokoh karena harapan dan keinginan.

Saturday, August 13, 2016

Mari mencari alasan.

Rasanya berbeda.
Kemarin, hari ini, dan mungkin esok.
Rasanya masih saling terus rindu.
Entah rindu pada apa.

Hidup seharusnya semudah itu.
Kamu rindu katakan.
Kamu bosan ungkapkan.
Kamu lelah hentikan.
Kamu senang teruskan.

Hanya saja, hidup memang tidak pernah semudah itu.
Kamu rindu, kamu berpikir pada apa, tepatkah, wajarkah, bisakah.
Kamu bosan, kamu diam, berkaca pada diri sendiri, mungkin ada yang salah dengan isi kepala.
Kamu lelah, kamu masih saja teruskan, dan berpikir apakah benar atau tidak, kemudian melupakan, yasudahlah.
Kamu senang, kamu pun juga bertanya, tepatkah, benarkah, bisakah.

Serba salah.
Bahkan untuk orang yang kamu anggap sudah cukup kamu kenali pun, kamu bisa salah sangka.
Kemudian, kecewa.
Bahkan untuk mereka yang memberikan sokongan penuh dalam segala bentuk doa dan semangat, ada rasa benci tak ingin benar benar yang terbaik.
Bahkan untuk menemukan siapa yang salah dan benar pun kamu tidak bisa semudah itu.

Hanya saja hidup tidak semudah itu.
Memang tidak akan pernah.
Kalau tidak ingin benar-benar jalani.
Setidaknya mari temukan sebuah alasan mengapa harus tetap diteruskan dan dijalani.

Monday, July 25, 2016

Bulan Juli

Sudah mendekati akhir bulan Juli.
Satu tahun lalu di bulan ini aku sedang merasa rindu-rindunya karena harus menjalani sebuah hubungan jarak jauh.
Dua tahun lalu di bulan ini aku sedang merasa senang-senang jatuh cinta sekaligus patah hati.
Tiga tahun lalu di bulan ini aku sedang berada di suatu desa bersama dengan keluarga baru.
Empat tahun lalu di bulan ini aku sedang tersesat di daerah entah berantah di Eropa.
Lima tahun lalu di bulan ini.......entah aku tidak terlalu bisa mengingatnya.
Mungkin sedang berada di suatu tempat, entah bahagia atau tidak, tak bisa ku ingat dengan jelas rinciannya.

Di bulan ini yang aku tau aku sedang menjalani kehidupan ku sebagai seorang pekerja pulang larut malam datang datang menyambut di sebuah rapat.
Di hari ini yang aku tau aku sedang berada di meja kerja duduk manis berhadapan dengan layar yang terkadang membuyarkan pandangan akibat terlalu lama bertatap.
Di hari ini aku merasa lebih baik dari sebelumnya.
Di hari ini pun aku berani menggerakkan jari jemari ku mengetik sebuah cerita tentang bulan Juli.

Bisa jadi tak ada yang semenarik itu di bulan Juli.
Bisa jadi hanya kebetulan saja ingin menulis berkeluh kesah.

Banyak cerita yang dilewati maupun terlewati.
Kadang khilaf kadang memang sengaja.

Kita selalu diberikan sebuah pilihan diantara sebuah pilihan.
Jangan tanya sebenarnya aku ingin bercerita tentang apa.
Aku hanya ingin menyapa dan berkata aku baik-baik saja dan cukup bahagia.
Semoga kamu pun begitu.

Karena dalam setiap doa yang pernah kita saling lontarkan.
Ada kebahagiaan yang mungkin belum bisa ditakdirkan.
Jadi, mari lihat dan saksikan.
Sabar sebentar.

Thursday, May 12, 2016

Sore itu setelah 5 purnama.

Mungkin ini bukan cerita Cinta dan Rangga yang bertemu kembali setelah ratusan purnama.
Mungkin ini bukan juga cerita Radit dan Jani yang menentang banyak pihak tapi ujungnya pisah juga.
Mungkin juga ini tidak seperti cerita yang dibayangkan kebanyakan orang akan kebahagiaan.
Bukan, jelas bukan.

Bertemu lagi setelah 5 purnama rasanya luar biasa. Sore itu kita duduk berhadapan saling tatap, mungkin sedikit saling mengintimidasi, saling mencoba mendapatkan jawaban di balik setiap tatapan. Ini cafĂ© favoritku, lanjutmu. Aku tersenyum. Ada tatapan hampa dibalik senyum mu yang sedang seolah bahagia di depan ku. Masih jelas teringat bagaimana tatapan itu sampai detik ini.

Aku menghela napas panjang. Memilih banyak diam. Karena aku tahu, tangis ku akan tumpah ruah. Entah bagaimana caranya, kamu membuka pembicaraan tentang bagaimana dirimu menjalankan 5 purnama ini tanpa saling bertukar kabar atau mengirim pesan “sedang apa?” Indah…rasanya indah…tahu kamu tidak sebahagia itu tanpa aku. Rasanya ingin tersenyum, tapi yang keluar justru air mata lainnya. Ada yang aku tahu hari itu, bahwa kamu juga tidak baik-baik saja setelah kamu memutuskan untuk berpisah. Kamu berjuang dengan keras, sama……seperti yang aku lakukan.

Bisa kita kembali seperti dulu? Tanyamu setelah sebuah jeda panjang yang hanya berisi tangisan. Detak jantungku mungkin berhenti sepersekian detik saat itu. Tangis ku semakin pecah. Sudah tidak bisa dibendung lagi. Kemudian kamu lanjut bercerita banyak hal tentang dirimu dan rasa kehilanganmu. Apa ada yang bisa dijadikan jaminan kelak? Tanyaku.

Kamu berjanji tentang banyak hal. Ingat betul rasanya, seketika aku kehilangan rasa percaya terhadap mu. Seketika itu juga. Tidak, aku tidak bilang kau berkata bohong atau membual hal yang tidak mungkin terjadi. Tidak. Hanya saja memang tidak ada yang bisa menjamin apa-apa. Bahagia? Mungkin. Selamanya? Bisa jadi. Sama seperti yang lalu, sebuah ketidak pastian. Berujung ditinggalkan. Tidak, aku tidak mau lagi.

Kita berdiskusi panjang sore itu. Mengungkapkan keluh kesah. Menumpahkan semua perasaan. Sore itu kita saling belajar, bagaimana rasanya saling melepaskan dan menegaskan. Aku belajar banyak sore itu. Belajar tentang rasa yang benar lebih baik untuk tidak saling memiliki. Rasa yang baiknya dibiarkan begitu saja. Rasa yang tidak mampu diperjuangkan sebagaimana pun juga. Rasa yang tidak mampu mengalahkan ego kedua belah pihak. Rasa yang kita sama-sama tahu akan salah kalau terus dilanjutkan. Rasa yang sudah kita jaga puluhan purnama ini, akhirnya kandas juga.

Air mata banyak menyita waktu ku untuk bercerita sore itu. Ada banyak sekali yang ingin aku ceritakan, tapi belum tersampaikan. Kamu tahu, sekarang aku selalu mengurutkan uang di dompet ku dengan rapi. Ingat betul rasanya di teriaki, yang rapi dong, aku nggak suka di dompet aku nggak rapi susunan uangnya. Kemudian tetap ku masukan asal-asalan kembalian dari toko itu.

Kamu tahu, aku bercerita cukup banyak hal dengan Bunda tentang kamu, tentang kita. Air mata ku masih mengalir deras saat itu. Pesannya cuma satu, kalau memang sudah diakhiri, jangan marah kalau dia bersama orang lain. Aku tertawa, garing, dilanjut dengan tetesan air mata. Sedih, sedih rasanya.

Hei, aku tidak pernah secengeng ini sebelumnya. Bahkan biasanya cenderung tidak peduli. Kamu anak yang baik, kata Bunda. Cuma kita beda dan tidak ada yang akan berjuang untuk menghapus perbedaan. Jadi, yasudah ya. Mari melanjutkan kehidupan kita masing-masing.

Mungkin aku menemukan orang lain sekarang.
Mungkin juga kamu akan menemukan orang lain yang tepat di lain waktu.
Aku pergi dulu, sampai bertemu di lain waktu dengan cerita yang baru.

Thursday, March 17, 2016

Tepat kah?


Apa kabar kamu di sana?
Iya, kamu yang pernah selalu tidak lupa memberi kabar.
Iya, kamu yang panik bertanya ketika belum ada pesan yang terbalas.
Iya, kamu yang rela berhenti melangkah ketika aku memohon jangan.
Iya, kamu yang pernah begitu memprioritaskan aku di atas segalanya.

Hari ini aku baik-baik saja.
Semakin membaik. Bukan kah memang seharusnya begitu? Kata orang move on itu sulit. Ya tentu saja sulit, belum ada pengganti mu. Tentu saja berat, belum ada yang lebih baik dari kamu.

Sudah lama rasanya tidak mengalami patah hati yang berlarut-larut. Mungkin kamu begitu dalam meninggalkan bekas luka di cerita kita. Oh, mungkin bukan karena kamu, keadaan yang membuat begitu. Aku tahu kamu tidak sungguh-sungguh berkata tidak ingin bersamaku lagi. Aku tahu kamu bisa jadi yang tersedih ketika menutup pembicaraan kita di telepon waktu itu.

Sudah lebih dari 3 bulan, tapi masih saja aku meneteskan air mata ketika teringat kamu. Mungkin nanti ketika kamu membaca ini aku sudah lebih baik, jauh lebih baik. Atau mungkin ketika kamu membaca ini, hati mu sudah untuk gadis dambaan keluargamu. Siapa yang tahu.

Aku ingin berjalan maju terus dan tak pernah melihat ke belakang, ke bagian kita yang terlalu bahagia. Aku ingin begitu. Ada seseorang yang mungkin lebih baik dari kamu, menunggu aku di depan sana, ada. Tapi bagaimana aku benar-benar tahu dia orang yang tepat? Kalau waktu itu bersama kamu pun aku pernah merasa setepat itu.

Wednesday, March 2, 2016

Mahasapta.

Mahasapta, a little office family of mine.

"If you think you can't stay for yourself, at least try to find a reason for staying a little longer.
And when it's your time to really give up, then remember why at some moments you still can stay."
-Somewhere, Mars.-

Sunday, February 7, 2016

Be Brave, Be Free!


I am within myself imagining how if I were sitting here down with you for waiting the sunrise after hiked 30 minutes up in the very dark morning. It could be awesome!

But then, I am also realizing, if so, I would never feel how it is for being hurt again after too many happy things that I ever had, if so, I could forget how it is for being grateful to make somebody happy because of me, if so, I might forget how it is for becoming the strong me.

Might be so.

So at the day, I saw the sun rised in the middle of the rain, I promised to myself for not forgetting the things I have to pass for becoming a very better me.

Well, I know, this might be looked like a declaration. But, no it is not. This is just another of my thoughts, how I see the world and how I face it.

Be brave, people! Be free.

My notes, February 7th 2016.

Wednesday, October 28, 2015

Might.

I might be not a type of girl who really care of somebody's life.
I might be not a type of girl who can trust people so easily.
I might be not a type of girl who take any guarantee of anyone's life.
I might be not, anymore.
Because I know, just know.
Somebody's life whom we care on might be those life who do not ever care about ours.
Because I know, just know.
Trusting people so easily might be ended by just letting you go jump into cliff.
And because I know, just know.
Anyone's life was just not as good enough as mine now.

Monday, August 24, 2015

Short update of my life.

Let’s start this post with what people said.
Some people said, life’s just begun after your high school graduation.
Some people said, high school will never end.
Some people said, around 20’s is your age to think and make a decision.
Some people said, don’t wait until 27th to make a decision.
Some people said, work life is awesome if you work on something u passion at.
Some people said, you will be missing campus life when u start to work.
Some people said, try to find the real figure as your Imam.
Some people said, now it’s not time to try and go find another one.
Some people said, those are true, those are wrong.

Then I said, here what I’ve been through.
I finished my campus life 2 months after I returned to 22nd, while my plan was graduated on early 21st or last 20th if possible. I worked hard for that, I texted my Prof early than others, I tried to meet him sooner than it should be, I even took the research data super earlier until I forgot to tell him I would like to use my project data for my research. Here where the problem begun. I was too excited, I was busy with my own life’s plan, I was too focus to reach my dreams, I was too obsessed. That’s what happened. Well, until finally I tried to accept the zero possibility of my life’s plan and change it!
Sometimes, I think my early 20 are full of drama. I have to finish my undergraduate thesis for almost 1.5 years, while some of my high school and college friends have already got job, moved to another city or even visited another part of the world for a trip or even continue their study. Maybe some of you might think my life is not that complex la~ since I got a job directly after I finished my study, no time for letting my mom ask again and again ‘how’s this vacancy, why don’t u go there, or when u can get a job?’ I do really thanked for this. Yes some of you might think I am that ‘lucky’, don’t u?

Here’s the facts:
Before I got this job, FYI, this was not my first time I got interview for a job, this was not my prime time to have a FGD or pshycotest or something related with work requirement. I have been through some trial and error of what they said job seeker, I did this too when you guys were busy to meet your Prof or preparing your seminar slide presentation or even in the morning of your graduation day. I have been tried earlier than you, only that’s the difference. I have been through earlier about this while you guys have been through earlier the steps to graduate.
I almost cry when everytime I saw another crossed on the graduation calendar. I always think again and again and make my self sure, I am not that stupid then I can not graduate on time. That was only because it was not the right time to graduate yet. Yes, it is. My mom said, this all about the time, you dream it, you wish it, then you pray for it. After that? You go for it, you work for it and you let God do the rest.

Another facts:
A long the way I finished my study for 1.5 years, I got chances to visit 5 countries, Malaysia on February 2014, Thailand on July and November 2014, Lao PDR on August 2014, Netherland and Italy on last June 2015. What it did for? Some of it for paper presentations, summer school study, and convergence of Climate Change. Hmm, how do I say, I do really proud for this all and I also do really don’t mind if anyone asked ‘why I have to graduate in 5 years?’ since I have this all experiences and I do really thanked for this.

Additional fact:
Thank God, I have special one that accompanied me through all of this until now. Of course besides family, bestfriends and also best advisors ever. I call him Ba. Just don’t ask me why I call him so. He is my most favourite man (don’t count my dad, he is my superman). He helps me a lot, he always try to be there by my side as long as he can, that’s why I always try to do so. I follow his last track of his campus life to end, vice versa. I help him on laboratory which I don’t really understand at all and sometimes choose to be grumpy kid and ask him to go home early than it should be. He helps me a lot with my statistics data or even only with the PPT animations while sometimes he looks bad when work with my data since he also doesn’t understand about it. We are a good team. We do. I usually cry in front of him when my expectation to meet my Prof was different. He usually come to me when he has a super bad day or worry about something. We are a good team. We do. His family are very kind to me, so do my family to him, while those things can not categorize as ‘that’ kind for ‘go for further step’ things. No, it is not. We know with what happen in the future, well not ‘that’ really know, but at least can predict what will be happened sooner or later.
We are now separate by the distance. He lives in Semarang to continue his study for becoming a master and doctor in 4 years ahead, while I am here go back again to Jakarta for working and starting a new chapter of life. Now, it is time for us to learn another new things seperately, struggle, survive, and face every little things by ourselves. I am sure that he will find another new family called friends soon. But well, not that warm as our family in Bogor, so do I hihi. Bogor has became an unforgettable place for me, since I found many things, I got wonderful things, I learnt small until big things, and that’s all because I through almost my 5 years there.

Moment of my point of view.
Some people said, life’s just begun after your high school graduation. Yes it is, I got many new things to see, try and experience at.
Some people said, high school will never end. If you mean, my high school friends, yes it is never end.
Some people said, around 20’s is your age to think and make a decision. I made a huge decision to keep move on with all of my probs and face it.
Some people said, don’t wait until 27th to make a decision. Hmm, I will try to make sure of my self, since I have another dream to reach, which is to get scholarship and continue my study.
Some people said, work life is awesome if you work on something u passion at. Thank God, so far I work with people have a same goal with me.
Some people said, you will be missing campus life when u start to work. Missing it already.
Some people said, try to find the real figure as your Imam. InsyaAllah, step by step I will try.
Some people said, now it’s not time to try and go find another one. I am on my own feet to try to not to.
Some people said, those are true, those are wrong. I said I try my best for everything.

Regards,

Fadila

Thursday, August 20, 2015

60:40

Karena akan lebih nyaman membagi segalanya hanya dengan orang yang kamu tahu. Walau nyamannya hati ini sekarang tidak menjamin sebuah kebahagiaan di masa depan. Itu kenapa proporsi 60:40 sudah lebih dari cukup.

Tuesday, October 7, 2014

Dini hari.

Dini hari tadi aku terbangun. Seketika mata terbuka dalam gelap, kamu di situ, pikirku, menghela napas lega.
Di dini hari berikutnya aku kembali tersentak sadar. Kamu masih di situ, senyumku mengembang, santai ku benarkan posisi selimut yang menyingkap hanya separuh tubuhmu.
Ini dini hari ke sekian dan aku masih saja sering terbangun tiba-tiba. Kamu masih selalu di situ. Aku bisa bernapas lega dan tersenyum tenang.
Aku tak tahu apa yang sebenarnya selalu membuat aku terbangun di dini hari. Entah kebiasaan, entah mungkin sebuah ketakutan.
Kamu tahu apa yang menjadi kebiasaan? Aku terbangun di dini hari.
Kamu tahu apa yang menjadi ketakutan? Aku takut di suatu dini hari, aku terbangun, dan tak melihat kamu di situ, lagi.

Sunday, September 21, 2014

#20factsofme Challenge on Instagram

At the end I was tagged by my similikiti friend for almost this 4 years @heylarasss, my super Europe travel mate @accesstia, my lovely senior @faradiladputri, and my cungkring @detiss here I am:
1. I do really love writing, I believe that someday I will start to forget the small meaningful thing that change me into better person in my life and that's the time when I will read all of that.
2. I love kids for sure.
3. Some of my friends call me wonder woman, super woman, even Hulk lol.
4. A heartbreaker, sorry, I am not that proud of this.
5. A social type person.
6. A very good listener and advicer, I enjoy my self to talk with everyone, keeping my self from bored and letting me have new stories.
7. I love sweets....can't say no.
8. I can't stand for some spicy foods, better to stay hungry than eat spicy.
9. Been visited some parts of Netherlands, Belgium, Paris, Germany, Japan, Malaysia, Thailand, and Lao PDR that letting me have super friends all over the world.
10. Prefer to order Happy Meal menu in McD to other menus and only to collect the present.
11. I am collecting postcards and magnets from every countries I have been visited.
12. I believe that everyone can get what they want in the right time.
13. Can't stand for such a long distance relationship, I don't know why.....
14. I am not that type of smart person, but at least can balance both of academic and non academic one.
15. I don't like jogging, because I will only run for the very 5 minutes and walk for the next hours lol.
16. I can't eat tablet nor capsule medicine, I need to bite it first or open the capsule, don't mind the bitter taste.
17. I like drink 5 bottles of yakult in a day and don't want to share it.
18. Like to do a weird dance and laugh when desperate of something.
19. Choose to sleep as soon as possible when broken heart, wishing that tomorrow everything always be ok while it's not fufufu.
20. When I was 2 years old, I fell down from the second floor used the baby-wheelchair near the stairs and caused my forehead sometimes hurt until now. I think that's also why I do stupid crazy thing sometimes hihi.
That's all the 20 facts of mine. For those who tagged by me, your turn, fellas! <3 p="">Just for fun! ♥
Regards,
FMH

Sunday, September 7, 2014

Hal yang Sama.

Kadang apa yang diucapkan tak seperti apa yang ada di hati. Pernah dengar kalimat tersebut? Pernah melakukan hal yang sama? Aku juga.
Ini bukan masalah mengapa. Ini masalah bagaimana. Bagaimana bisa berhenti, bagaimana bisa tidak kembali. Kembali melakukan hal yang sama.

-@fadilamh

Sunday, July 27, 2014

Bye The Bear.

Kita berjalan.
kemudian berhenti di tengah jalan.
Untuk apa dilanjutkan? Itu katamu
Aku diam. Ya untuk apa dilanjutkan?
Itu terakhir kali kita bicara. Ya itu.
Tanpa ada yang pernah menjawab.
Dan justru saling berbalik bertanya.

Situasi yang sama, alur cerita sejenis, pemeran utama yang persis.
Namun, pemeran kedua yang selalu berbeda.
Pernah setia? Hahaha. Ini bukan masalah setia atau pun tidak. Ini masalah ya memang belum tepat. Mungkin waktu cukup tepat, tapi bukan orang yang tepat, percuma.

Bermimpi untuk kesekian kali. Hal bodoh yang sama. Aku tersenyum, kemudian kamu datang hanya untuk bilang "mari kembali seperti sedia kala" tidak, aku tidak hanya diam. Aku bilang, "ide bagus, aku akan mulai dari detik ini" kamu bingung, secepat itu. Iya secepat itu dan sesulit itu aku selalu berusaha tersenyum.

Kamu pergi, benar-benar pergi sebentar lagi. Jaga diri baik-baik, itu katamu. Kita masih saling bertukar senyum. Selamat atas kelulusanmu. Semoga Tuhanmu selalu menjagamu.

The Bear

Monday, February 3, 2014

Banyak Belajar, Belajar Banyak.

Prinsip banyak belajar, belajar banyak akan terus berlaku mulai dari kamu membuka mata di pagi hari dan tak sengaja terlelap di tengah malam. Karena lelah akibat semua yang kamu kerjakan di hari ini, berimbas kelak di kemudian hari. Dan karena apa-apa yang belum kamu dapat sekarang, bisa jadi memang sudah dipersiapkan untuk nanti. Itu yang aku percaya, entahlah dengan kamu.

Akhir-akhir ini entah masuk kategori lelah hati, fisik atau pikiran. Bukan tentang pria mana lagi bukan. Kali ini tentang mimpi yang berawal dari keinginan dan harapan kuat untuk kemudian berusaha. Setelah Februari lalu menginjakkan sepatu boot di tengah tebalnya salju Niigata, justru terpilih menjadi Control Council, dan dikejutkan dengan pengumuman lolos Program Kreatifitas Mahasiswa di bidang Masyarakat dengan Little Farmer. Februari kali ini aku kembali berkesempatan, bukan salju kali ini, tapi Twin Tower dan River Tour Night di Universiti Putra Malaysia mengenalkan Little Farmer kepada khalayak kembali menjadi free traveler woohoo! Februari kali ini aku kembali di forum yang sama untuk melepaskan jabatan Control Council dan Februari kali ini kembali dikejutkan dengan pengumuman lolos Program Kreatifitas Mahasiswa di bidang Penelitian, ini judulnya 'Analisis Pendapatan Petani Perkebunan Karet Inti Rakyat (PIR) Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah', sejalan nanti dengan penelitian sarjanaku.

Sama seperti Tuhan menciptakan makhluknya yang beragam dengan kekurangan dan kelebihan. Tuhan juga memberikan kebahagiaan setelah cobaan atau cobaan setelah kebahagiaan atau mengimbangi keduanya bersamaan. Kembali Tuhan memperkenalkan aku pada orang-orang yang hebat sekaligus butuh usaha untuk mendekatinya seperti dosen pembimbing skripsi yang mungkin beberapa teman-teman tahu 'how's the way he works' atau orang-orang baru yang penuh semangat dan punya visi mulia seperti teman-teman dari SahabatRUMA dan para ibu yang kami kenal pada saat pelaksanaan proyek 'Gerakan Darmaga-Ciampea Bijak Mengelola Uang' bersama RUMA (Rekan Usaha Mikro Anda) akhir Oktober lalu. Ah iya, serta mengenal mereka-mereka yang entah datang kembali dari masa lampau.

Well, tentang dospem skripsi, ini sudah tahun ketiga mengenalnya, beliau juga adalah dospem akademik ku. First statement from my friends when they know my advisor is like this 'Selamat ya Fadil, selamat aja deh!' 'Ih ya ampun Fadil yang sabar ya!' dan beberapa kalimat penyemangat sekaligus iba-iba ria di dalamnya. Pada dasarnya, ada beberapa hal yang menjadi bahan pertimbangan kala pemilihan dospem, pertama karena merasa sudah cukup tahu dan mencari tahu bagaimana cara kerja beliau, saya memberanikan untuk kembali menjadikannya dospem, kedua karena meyakini bahwa beliau tidak pernah main-main dalam membimbing dan mau semua anaknya paham, saya memberanikan diri menulis namanya di urutan pertama pemillihan nama dospem dan ketiga karena beliau Guru Besar dan sibuk serta sulit ditemui, saya well kembali berpikir ulang. Tapi 2 dari 3 alasan dasar sudah memenuhi persyaratan, kembali yakinlah saya untuk mengumpulkan formulir tanpa mendengar bisik-bisik dari orang (padahal emang nggak ngomongin gue. Sip!)

Ya kembali jaranglah bertemulah dengan Mr. BMS ini, kembali sulitlah mengambil perhatian beliau dan kembali terhambatlah proses turun lapang. Tapi satu yang saya coba yakini adalah Tuhan selalu adil, Dia tidak pernah lupa melirik hamba-Nya yang berusaha sampai akhir, jadi mari tetap berusaha! :)

Selanjutnya tentang SahabatRuma, untuk yang satu ini aku sudah cukup dengan baik mengenalnya, Jajang, Ka Ata, Andri, beberapa kali bekerja dalam kepengurusan yang sama, sering kali hedon dalam setiap kesempatan yang sama setelahnya. Namun yang berbeda adalah mengenal para ibu-ibu rumah tangganya. Agak canggung memang masuk ke lingkungan baru sebagai orang yang dianggap pintar mau memberikan dan berbagi ilmu baru (sebelumnya kami telah melakukan pelatihan dengan pihak RUMA). Tapi berbekal ilmu dan pengalaman sosialisasi pada saat Kuliah Kerja Profesi pada Juli lalu, SahabatRuma berhasil mencapai lebih dari target untuk program ini. Programnya tidak sulit tidak, Bijak Mengelola Uang, bijak bisa dimulai dengan apa saja, salah satunya mencatat pengeluaran dan pemasukan sehari-hari, menerapkannya yang butuh ekstra tenaga dan usaha. Kami mencoba menfasilitasikan para ibu dengan buku catatan khusus, sehingga mereka dapat dengan leluasa mencatat. Program ini dikemas sedemikian rupa agar menarik, mulai dari adanya doorprize sampai ngariung bersama.

Dan ya program ini disambut baik oleh masyarakat bahkan RT sebelah pun ada yang ingin didatangi oleh kami untuk program ini. Sayangnya belum tahu lagi kapan ada program setelah ini, tapi pasti ada, jadi siapa lagi yang mau ikut di program ini untuk membantu memperbaikin pola keuangan masyarakat? :)

Terakhir tentang mereka-mereka yang aku kenal dari masa lampau dan datang kembali. Selamat datang! Kalaupun tidak waktu itu, tidak sekarang, mungkin di kehidupan berikutnya.

Maaf Tuhan, hanya bisa mengucapkan terima kasih dan syukur untuk semua kelengkapan dalam hidup. Tapi bukan kah Kau tidak pernah menuntut, aku salut pada-Mu, kembali terima kasih, Tuhan! Alhamdulillah untuk semua nikmat-Mu.-@fadilamh

SahabatRuma 'Gerakan Darmaga-Ciampea Bijak Mengelola Uang'

Teman kerja setahun ini! :)

Surprisingly surprised!

Wednesday, January 1, 2014

2014

Ini malam tahun baru kesekian aku tanpa kamu. Setelah berjanji, kemudian tidak menepati. Aku tidak pernah lagi meminta janji, bahkan berjanji. Aku hanya bilang iya atau tidak. Kembang apinya indah sekali, warna-warni, menerangi. Aku rindu senyum kamu. Entah siapa yang aku rindukan, hanya tak pernah tahu. Mungkin terlalu banyak yang dilalui. Sampai-sampai aku lupa kamu ada di bagian mana. Awalkah atau akhir nanti? Atau justru tidak pernah ada sama sekali. Dari sekian banyak cerita, ada beberapa yang aku benar-benar tanggapi. Dan ya kamu yang pertama. Pertama kali aku percayai. Pertama kali aku huni. Dan ya pertama kali aku duniai. Kamu juga yang pertama kali mengenalkan aku pada kecewa. Menyudutkan aku pada duka. Menyapa aku dengan hampa. Terima kasih lah untuk beberapa tahun ke belakang ini. Kamu baik-baik ya! 

Selamat tahun 2014!-@fadilamh

Thursday, December 19, 2013

Memory.

Some fragrances are surprisingly reminding you about the past. Completely past, whether its good and bad. If giving a ride could be have any differences of definition, then you should be not ask me to come with you. If going to movie could be made any others hurt, then you should be not watch in the same studio with me. And... If having you could be the hardest part of any others life, then I should be not here next to you. But... You true. Riding, watching and having you are not that bad. Because still... Smiling to you is as easy as see you pick me up. Laughing to you is as simple as sit beside you. And having you around is unpredictable thing.

Friday, December 13, 2013

Ada Hidup.

Ada beberapa pesan singkat yang tidak pernah terkirim Ada beberapa pikiran yang tidak jadi diungkapkan Ada beberapa panggilan yang terhenti tak diteruskkan Ya sama seperti ada beberapa hati yang tak terbalas
Hidup, kadang apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan kenyataan. Ya sejalan sama seperti manusia, kadang apa yang diucapkan tidak sesuai dengan apa yang dijalankan. Masih mau menuntut hidup tidak adil?
-@fadilamh

Wednesday, December 4, 2013

Random Thought.

Semua orang punya mimpi. Pasti punya. Tapi kadang masih ada yang kita lupa. Lupa untuk mengingat kalau setiap mimpi butuh perjuangan. Lupa kalo Tuhan kasih kita hidup panjang untuk berjuang. Iya berjuang meraih apa yang kita impikan. Masih bisa lupa? -@fadilamh