Showing posts with label my life. Show all posts
Showing posts with label my life. Show all posts

Thursday, May 12, 2016

Sore itu setelah 5 purnama.

Mungkin ini bukan cerita Cinta dan Rangga yang bertemu kembali setelah ratusan purnama.
Mungkin ini bukan juga cerita Radit dan Jani yang menentang banyak pihak tapi ujungnya pisah juga.
Mungkin juga ini tidak seperti cerita yang dibayangkan kebanyakan orang akan kebahagiaan.
Bukan, jelas bukan.

Bertemu lagi setelah 5 purnama rasanya luar biasa. Sore itu kita duduk berhadapan saling tatap, mungkin sedikit saling mengintimidasi, saling mencoba mendapatkan jawaban di balik setiap tatapan. Ini café favoritku, lanjutmu. Aku tersenyum. Ada tatapan hampa dibalik senyum mu yang sedang seolah bahagia di depan ku. Masih jelas teringat bagaimana tatapan itu sampai detik ini.

Aku menghela napas panjang. Memilih banyak diam. Karena aku tahu, tangis ku akan tumpah ruah. Entah bagaimana caranya, kamu membuka pembicaraan tentang bagaimana dirimu menjalankan 5 purnama ini tanpa saling bertukar kabar atau mengirim pesan “sedang apa?” Indah…rasanya indah…tahu kamu tidak sebahagia itu tanpa aku. Rasanya ingin tersenyum, tapi yang keluar justru air mata lainnya. Ada yang aku tahu hari itu, bahwa kamu juga tidak baik-baik saja setelah kamu memutuskan untuk berpisah. Kamu berjuang dengan keras, sama……seperti yang aku lakukan.

Bisa kita kembali seperti dulu? Tanyamu setelah sebuah jeda panjang yang hanya berisi tangisan. Detak jantungku mungkin berhenti sepersekian detik saat itu. Tangis ku semakin pecah. Sudah tidak bisa dibendung lagi. Kemudian kamu lanjut bercerita banyak hal tentang dirimu dan rasa kehilanganmu. Apa ada yang bisa dijadikan jaminan kelak? Tanyaku.

Kamu berjanji tentang banyak hal. Ingat betul rasanya, seketika aku kehilangan rasa percaya terhadap mu. Seketika itu juga. Tidak, aku tidak bilang kau berkata bohong atau membual hal yang tidak mungkin terjadi. Tidak. Hanya saja memang tidak ada yang bisa menjamin apa-apa. Bahagia? Mungkin. Selamanya? Bisa jadi. Sama seperti yang lalu, sebuah ketidak pastian. Berujung ditinggalkan. Tidak, aku tidak mau lagi.

Kita berdiskusi panjang sore itu. Mengungkapkan keluh kesah. Menumpahkan semua perasaan. Sore itu kita saling belajar, bagaimana rasanya saling melepaskan dan menegaskan. Aku belajar banyak sore itu. Belajar tentang rasa yang benar lebih baik untuk tidak saling memiliki. Rasa yang baiknya dibiarkan begitu saja. Rasa yang tidak mampu diperjuangkan sebagaimana pun juga. Rasa yang tidak mampu mengalahkan ego kedua belah pihak. Rasa yang kita sama-sama tahu akan salah kalau terus dilanjutkan. Rasa yang sudah kita jaga puluhan purnama ini, akhirnya kandas juga.

Air mata banyak menyita waktu ku untuk bercerita sore itu. Ada banyak sekali yang ingin aku ceritakan, tapi belum tersampaikan. Kamu tahu, sekarang aku selalu mengurutkan uang di dompet ku dengan rapi. Ingat betul rasanya di teriaki, yang rapi dong, aku nggak suka di dompet aku nggak rapi susunan uangnya. Kemudian tetap ku masukan asal-asalan kembalian dari toko itu.

Kamu tahu, aku bercerita cukup banyak hal dengan Bunda tentang kamu, tentang kita. Air mata ku masih mengalir deras saat itu. Pesannya cuma satu, kalau memang sudah diakhiri, jangan marah kalau dia bersama orang lain. Aku tertawa, garing, dilanjut dengan tetesan air mata. Sedih, sedih rasanya.

Hei, aku tidak pernah secengeng ini sebelumnya. Bahkan biasanya cenderung tidak peduli. Kamu anak yang baik, kata Bunda. Cuma kita beda dan tidak ada yang akan berjuang untuk menghapus perbedaan. Jadi, yasudah ya. Mari melanjutkan kehidupan kita masing-masing.

Mungkin aku menemukan orang lain sekarang.
Mungkin juga kamu akan menemukan orang lain yang tepat di lain waktu.
Aku pergi dulu, sampai bertemu di lain waktu dengan cerita yang baru.

Sunday, April 3, 2016

Jawaban.

Lucu rasanya berkata,
"Aku harus pertama bertemu dengannya,
lalu aku akan memberikan jawabannya."

Hanya satu bulan, tambahku.

Hal ini hanya saja cukup mengerikan bagiku.

Apa yang akan terjadi setelah aku bertemu dengannya?
Tambah yakin kah atau semakin meragu kah aku nantinya.
Aku bahkan tak tahu apa yang sedang aku nantikan.
Bertemu dengannya kah atau memberi jawaban kepadamu.

Semua terasa janggal.
Rasanya mengerikan.

Kadang rasanya berlebihan.
Tapi apa yang dirasa siapa yang tahu.

Hidup diantara pilihan yang tak pasti.
Mengerikan.

Tapi, keputusan yang dibuat pun harus dibuat.
Pergi kah aku ke arahmu?
Atau hanya berhenti dalam diam?

Thursday, March 17, 2016

Tepat kah?


Apa kabar kamu di sana?
Iya, kamu yang pernah selalu tidak lupa memberi kabar.
Iya, kamu yang panik bertanya ketika belum ada pesan yang terbalas.
Iya, kamu yang rela berhenti melangkah ketika aku memohon jangan.
Iya, kamu yang pernah begitu memprioritaskan aku di atas segalanya.

Hari ini aku baik-baik saja.
Semakin membaik. Bukan kah memang seharusnya begitu? Kata orang move on itu sulit. Ya tentu saja sulit, belum ada pengganti mu. Tentu saja berat, belum ada yang lebih baik dari kamu.

Sudah lama rasanya tidak mengalami patah hati yang berlarut-larut. Mungkin kamu begitu dalam meninggalkan bekas luka di cerita kita. Oh, mungkin bukan karena kamu, keadaan yang membuat begitu. Aku tahu kamu tidak sungguh-sungguh berkata tidak ingin bersamaku lagi. Aku tahu kamu bisa jadi yang tersedih ketika menutup pembicaraan kita di telepon waktu itu.

Sudah lebih dari 3 bulan, tapi masih saja aku meneteskan air mata ketika teringat kamu. Mungkin nanti ketika kamu membaca ini aku sudah lebih baik, jauh lebih baik. Atau mungkin ketika kamu membaca ini, hati mu sudah untuk gadis dambaan keluargamu. Siapa yang tahu.

Aku ingin berjalan maju terus dan tak pernah melihat ke belakang, ke bagian kita yang terlalu bahagia. Aku ingin begitu. Ada seseorang yang mungkin lebih baik dari kamu, menunggu aku di depan sana, ada. Tapi bagaimana aku benar-benar tahu dia orang yang tepat? Kalau waktu itu bersama kamu pun aku pernah merasa setepat itu.

Tuesday, March 1, 2016

Bali.

Klapa New Kuta Beach, Uluwatu.
This place could be one of your choices for kind of office event, wedding,
party, or even only for lunch/dinner. The view is awesome!

Hard Rock Cafe Bali.
For those who love rock music wouldn't miss to visit here.
For me, rock is fine, too much rock hmm......will re-think. LOL.

Water sport @ Pandawa Beach.
We paid 350K IDR/ person for this parasailing.
Well, why not. Enjoy the view from up!

Chat Cafe.
Our 24 hours life saver from this hungry people.

Motel Mexicola.
Nice design, feels like Mexican.
Hola!

La Laguna, Seminyak.
Just don't miss the sunset from here ya.
Too awesome to be true!

3 days stayed here will remind me to go back again to the same place.

Sunday, February 7, 2016

Be Brave, Be Free!


I am within myself imagining how if I were sitting here down with you for waiting the sunrise after hiked 30 minutes up in the very dark morning. It could be awesome!

But then, I am also realizing, if so, I would never feel how it is for being hurt again after too many happy things that I ever had, if so, I could forget how it is for being grateful to make somebody happy because of me, if so, I might forget how it is for becoming the strong me.

Might be so.

So at the day, I saw the sun rised in the middle of the rain, I promised to myself for not forgetting the things I have to pass for becoming a very better me.

Well, I know, this might be looked like a declaration. But, no it is not. This is just another of my thoughts, how I see the world and how I face it.

Be brave, people! Be free.

My notes, February 7th 2016.

Sunday, January 17, 2016

Jepara.

I never thought Jepara prefecture could be this awesome. The view, beach, cafe, hotel, and people there all are nice. Let me guess, maybe this depends on the people you go with ya lol. This was my first time to visit Jepara. Just a random plan for 'where will we go next'? Then Jepara is one of choices. It took 2 hours from Semarang by travel car for 50K IDR one way. Suggestion: do not visit there when it's weekend or holiday (if possible), because the beach will be full with people. Well, there are no beach games or even coconut, which bad for me because I can do nothing. But, when we walked along the beach side, we found many nice resto. We got chance to visit 2 resto there, Ocean View Resto with nice view direct to swimming pool and the beach and also Jepara Beach Resto with Germany touch for food and design. For price itself, quite almost same with Jakarta, I guess because the owner itself is not indonesian, but don't worry it's European portion. Having dinner there has been getting me back to my one of Europe's resto I ever visited in 2012. One night was enough for me. See you again, Jepara! If I got chance to go, I will repeat all of this trips for sure.

Ocean View Resto

Jepara Beach Resto

Kartini Beach View

Monday, January 11, 2016

Semarang - Solo - Jogja.

Hi, like what I promise before, I would like to share some of our short trips in 2015. I know, this kinda late, but never mind. Enjoy!

So, the first short trip that I want to share is my 5 days in 3 different cities in Java. My first stop was Semarang, since our main purpose was to find new boarding house for Ba who will continue his master and doctoral study there that time. Let me introduce you my Ba, well ya, he is the one that you might know by reading my blog recently. He got country scholarship for 4 years to finish his master and doctoral program straight forward. He is the one who has so many ego for fighting his future in education side. He is my one and only stupid lovely buddy who sometimes do stupidity without thinking too much. He was my love. Yes, was. Well, sorry, this time post does not make for him anyway. So continue, we decided to take a night train from Senen station to Semarang Poncol. We arrived around 6 a.m. and we visited our friend's boarding house and also called my cousin who live in Semarang to come. Lucky we are for having friends and family there. After a day, we finally found the click one of the boarding house. First place that I do really visit that time was Sam Poo Kong temple. It is the famous temple in Semarang. I ever visited that place in 2013 with my other fellas.

Sam Poo Kong (Chinese三保洞pinyinSānbǎo Dòng), also known as Gedung Batu Temple, is the oldest Chinese temple inSemarangCentral Java, Indonesia. Originally established by the Chinese Muslim explorer Zheng He (also known as Sanbao), it is now shared by Indonesians of multiple religious denominations, including Muslims and Buddhists, and ethnicities, including Chineseand Javanese.[1][2]
-Wikipedia 

Can't you let yourself holding my hand longer?

Our afternoon great picture.
This picture was taken in our 1st anniversary.

The next destination was Leker Paimo. Best Leker for me hihi. I insisted my cousin, friend, and him (of course) to visit this place. The place was not that great, it's only a cart beside a small canal behind a high school. But, the variant of Leker itself that made me always want to come back to Semarang. Bad thing is, I don't have any picture of this Leker :( but you can check it in Google or Tripadvisor, they have picture and location for it. To end this day, we decided to meet our friends for dinner. New place, old friends, new great time could be always searched by a traveler, right?

@ House of Moo, Tembalang.
Nice place to catch up and full this hungry mummies.

The next day, we took morning train to Solo, called Kalijaga train from Semarang to Solo for only 10K IDR. My destination is only one in Solo 'Taman Sriwedari', while his destination was anywhere where I want. After 1 hour, we arrived in Solo, I remember that time, I told him that the place was not that far, so we can just walk from station to the park. We used Waze to show us the way (thanks Waze). After more than 2 km, I guess, I felt like super tired, hungry, and have no idea where we are, or in other word, we lost. I can remember his face, I knew he was the only one who more tired while I was the one who asked and yelled him to do this and that and listen to me. At the end, what happened is he was the one who found the right way to Taman Sriwedari. It's 12 p.m. and the park was still closed. I was so sad that time. Let's try next time! I said (now I know there will be no more next time).

His happy face when finally we got our lunch.
Sorry for making you that tired to walk that time.

Yeay, Spicy fried rice, Ceker soup, spicy Belut, and something Asem beverage.

1..2..3..click. Ih Ba, kok tetep jelek sih?
Picture after 12345x poses.

I don't know why, I do really want to visit Taman Sriwedari. This could be because Maliq & D'Essentials song 'Setapak Sriwedari' lol. This was also my second time to visit Solo. The first time was in 2011, my first time to go far from home with friends (well, for organization matters). Taman Sriwedari checked. Next stop was around alun-alun and came late for visiting the Keraton, since it closed at 2 p.m. I was so disappointed that time and showed my bad face to him. I remember how he laugh out loud while teasing and asked me to smile. Next time we will come back here ya! He said. Well. No. More. Next. Time.

At the same day, we took our afternoon train to Jogja. This was my I don't know, 6 or 7 times to Jogja and well ya never getting bored. Our main purpose is to visit one of our friends, Pika. So happy, after quite long time did not see her, finally I can meet her and listen all the stories and what she has been through this time in Yogyakarta. We visited De Mata Trick Eye 3D Museum to take a lot of pictures of course.

Let's fly by this air balloon!

How sweet we are! Sorry Pika hihi.

We also visited House of Raminten, a must visit resto in Jogja. The next day we decided to rent a motorcycle and visited The Floating Restaurant in Klaten. It took almost two hour to reach the place, while our motorcycle wheel was leaked. I don't know because there were too many rocks at the street, our motorcycle which too small, or our size that too much if calculated, LOL. 

One of floating resto in Klaten.

Thank you Semarang, Solo, Yogyakarta for another great memories that I could have in my life. See you again someday!

Can't you see how happy I am that time? :)))
@ in front of Ambarukmo Plaza with Wedang Ronde.
August, 2015.


Monday, August 24, 2015

Short update of my life.

Let’s start this post with what people said.
Some people said, life’s just begun after your high school graduation.
Some people said, high school will never end.
Some people said, around 20’s is your age to think and make a decision.
Some people said, don’t wait until 27th to make a decision.
Some people said, work life is awesome if you work on something u passion at.
Some people said, you will be missing campus life when u start to work.
Some people said, try to find the real figure as your Imam.
Some people said, now it’s not time to try and go find another one.
Some people said, those are true, those are wrong.

Then I said, here what I’ve been through.
I finished my campus life 2 months after I returned to 22nd, while my plan was graduated on early 21st or last 20th if possible. I worked hard for that, I texted my Prof early than others, I tried to meet him sooner than it should be, I even took the research data super earlier until I forgot to tell him I would like to use my project data for my research. Here where the problem begun. I was too excited, I was busy with my own life’s plan, I was too focus to reach my dreams, I was too obsessed. That’s what happened. Well, until finally I tried to accept the zero possibility of my life’s plan and change it!
Sometimes, I think my early 20 are full of drama. I have to finish my undergraduate thesis for almost 1.5 years, while some of my high school and college friends have already got job, moved to another city or even visited another part of the world for a trip or even continue their study. Maybe some of you might think my life is not that complex la~ since I got a job directly after I finished my study, no time for letting my mom ask again and again ‘how’s this vacancy, why don’t u go there, or when u can get a job?’ I do really thanked for this. Yes some of you might think I am that ‘lucky’, don’t u?

Here’s the facts:
Before I got this job, FYI, this was not my first time I got interview for a job, this was not my prime time to have a FGD or pshycotest or something related with work requirement. I have been through some trial and error of what they said job seeker, I did this too when you guys were busy to meet your Prof or preparing your seminar slide presentation or even in the morning of your graduation day. I have been tried earlier than you, only that’s the difference. I have been through earlier about this while you guys have been through earlier the steps to graduate.
I almost cry when everytime I saw another crossed on the graduation calendar. I always think again and again and make my self sure, I am not that stupid then I can not graduate on time. That was only because it was not the right time to graduate yet. Yes, it is. My mom said, this all about the time, you dream it, you wish it, then you pray for it. After that? You go for it, you work for it and you let God do the rest.

Another facts:
A long the way I finished my study for 1.5 years, I got chances to visit 5 countries, Malaysia on February 2014, Thailand on July and November 2014, Lao PDR on August 2014, Netherland and Italy on last June 2015. What it did for? Some of it for paper presentations, summer school study, and convergence of Climate Change. Hmm, how do I say, I do really proud for this all and I also do really don’t mind if anyone asked ‘why I have to graduate in 5 years?’ since I have this all experiences and I do really thanked for this.

Additional fact:
Thank God, I have special one that accompanied me through all of this until now. Of course besides family, bestfriends and also best advisors ever. I call him Ba. Just don’t ask me why I call him so. He is my most favourite man (don’t count my dad, he is my superman). He helps me a lot, he always try to be there by my side as long as he can, that’s why I always try to do so. I follow his last track of his campus life to end, vice versa. I help him on laboratory which I don’t really understand at all and sometimes choose to be grumpy kid and ask him to go home early than it should be. He helps me a lot with my statistics data or even only with the PPT animations while sometimes he looks bad when work with my data since he also doesn’t understand about it. We are a good team. We do. I usually cry in front of him when my expectation to meet my Prof was different. He usually come to me when he has a super bad day or worry about something. We are a good team. We do. His family are very kind to me, so do my family to him, while those things can not categorize as ‘that’ kind for ‘go for further step’ things. No, it is not. We know with what happen in the future, well not ‘that’ really know, but at least can predict what will be happened sooner or later.
We are now separate by the distance. He lives in Semarang to continue his study for becoming a master and doctor in 4 years ahead, while I am here go back again to Jakarta for working and starting a new chapter of life. Now, it is time for us to learn another new things seperately, struggle, survive, and face every little things by ourselves. I am sure that he will find another new family called friends soon. But well, not that warm as our family in Bogor, so do I hihi. Bogor has became an unforgettable place for me, since I found many things, I got wonderful things, I learnt small until big things, and that’s all because I through almost my 5 years there.

Moment of my point of view.
Some people said, life’s just begun after your high school graduation. Yes it is, I got many new things to see, try and experience at.
Some people said, high school will never end. If you mean, my high school friends, yes it is never end.
Some people said, around 20’s is your age to think and make a decision. I made a huge decision to keep move on with all of my probs and face it.
Some people said, don’t wait until 27th to make a decision. Hmm, I will try to make sure of my self, since I have another dream to reach, which is to get scholarship and continue my study.
Some people said, work life is awesome if you work on something u passion at. Thank God, so far I work with people have a same goal with me.
Some people said, you will be missing campus life when u start to work. Missing it already.
Some people said, try to find the real figure as your Imam. InsyaAllah, step by step I will try.
Some people said, now it’s not time to try and go find another one. I am on my own feet to try to not to.
Some people said, those are true, those are wrong. I said I try my best for everything.

Regards,

Fadila

Thursday, August 20, 2015

60:40

Karena akan lebih nyaman membagi segalanya hanya dengan orang yang kamu tahu. Walau nyamannya hati ini sekarang tidak menjamin sebuah kebahagiaan di masa depan. Itu kenapa proporsi 60:40 sudah lebih dari cukup.

Tuesday, October 7, 2014

Dini hari.

Dini hari tadi aku terbangun. Seketika mata terbuka dalam gelap, kamu di situ, pikirku, menghela napas lega.
Di dini hari berikutnya aku kembali tersentak sadar. Kamu masih di situ, senyumku mengembang, santai ku benarkan posisi selimut yang menyingkap hanya separuh tubuhmu.
Ini dini hari ke sekian dan aku masih saja sering terbangun tiba-tiba. Kamu masih selalu di situ. Aku bisa bernapas lega dan tersenyum tenang.
Aku tak tahu apa yang sebenarnya selalu membuat aku terbangun di dini hari. Entah kebiasaan, entah mungkin sebuah ketakutan.
Kamu tahu apa yang menjadi kebiasaan? Aku terbangun di dini hari.
Kamu tahu apa yang menjadi ketakutan? Aku takut di suatu dini hari, aku terbangun, dan tak melihat kamu di situ, lagi.

Monday, September 29, 2014

Hai Kamu ♥

Hai, masih kembali mencari ada cerita apa tentangmu di sini? Masih meragu apakah aku akan bercerita tentangmu di sini? Masih ingin tahu seberapa aku tahu tentangmu? Tidak, aku memang tidak banyak tahu tentangmu. Tapi setidaknya, aku mencoba untuk terus mau tahu semua tentangmu.
Terima kasih untuk selalu menahan egomu saat biasanya kamu memilih untuk memaki di ceritamu sebelumnya.
Terima kasih untuk mau berbagi cerita semua hal saat kamu butuh seseorang untuk mendengarkanmu dan kamu memilih aku.
Terima kasih sudah mau berasabar untuk menghadapi sifat kekanak-kanakanku.
Terima kasih untuk mau repot-repot memasak makanan bergizi pada saat sakitku di tengah kesibukan kuliahmu.
Terima kasih telah mau mengenalkanku pada duniamu, dunia dimana kamu anggap selalu ada aku di dalamnya.
Sampai bertemu di cerita tentangmu selanjutnya, semoga kamu selalu sabar menunggu dan menghadapiku. Karena ku harap selalu begitu.

Sunday, September 21, 2014

#20factsofme Challenge on Instagram

At the end I was tagged by my similikiti friend for almost this 4 years @heylarasss, my super Europe travel mate @accesstia, my lovely senior @faradiladputri, and my cungkring @detiss here I am:
1. I do really love writing, I believe that someday I will start to forget the small meaningful thing that change me into better person in my life and that's the time when I will read all of that.
2. I love kids for sure.
3. Some of my friends call me wonder woman, super woman, even Hulk lol.
4. A heartbreaker, sorry, I am not that proud of this.
5. A social type person.
6. A very good listener and advicer, I enjoy my self to talk with everyone, keeping my self from bored and letting me have new stories.
7. I love sweets....can't say no.
8. I can't stand for some spicy foods, better to stay hungry than eat spicy.
9. Been visited some parts of Netherlands, Belgium, Paris, Germany, Japan, Malaysia, Thailand, and Lao PDR that letting me have super friends all over the world.
10. Prefer to order Happy Meal menu in McD to other menus and only to collect the present.
11. I am collecting postcards and magnets from every countries I have been visited.
12. I believe that everyone can get what they want in the right time.
13. Can't stand for such a long distance relationship, I don't know why.....
14. I am not that type of smart person, but at least can balance both of academic and non academic one.
15. I don't like jogging, because I will only run for the very 5 minutes and walk for the next hours lol.
16. I can't eat tablet nor capsule medicine, I need to bite it first or open the capsule, don't mind the bitter taste.
17. I like drink 5 bottles of yakult in a day and don't want to share it.
18. Like to do a weird dance and laugh when desperate of something.
19. Choose to sleep as soon as possible when broken heart, wishing that tomorrow everything always be ok while it's not fufufu.
20. When I was 2 years old, I fell down from the second floor used the baby-wheelchair near the stairs and caused my forehead sometimes hurt until now. I think that's also why I do stupid crazy thing sometimes hihi.
That's all the 20 facts of mine. For those who tagged by me, your turn, fellas! <3 p="">Just for fun! ♥
Regards,
FMH

Sunday, September 7, 2014

Hal yang Sama.

Kadang apa yang diucapkan tak seperti apa yang ada di hati. Pernah dengar kalimat tersebut? Pernah melakukan hal yang sama? Aku juga.
Ini bukan masalah mengapa. Ini masalah bagaimana. Bagaimana bisa berhenti, bagaimana bisa tidak kembali. Kembali melakukan hal yang sama.

-@fadilamh

Sunday, July 27, 2014

Bye The Bear.

Kita berjalan.
kemudian berhenti di tengah jalan.
Untuk apa dilanjutkan? Itu katamu
Aku diam. Ya untuk apa dilanjutkan?
Itu terakhir kali kita bicara. Ya itu.
Tanpa ada yang pernah menjawab.
Dan justru saling berbalik bertanya.

Situasi yang sama, alur cerita sejenis, pemeran utama yang persis.
Namun, pemeran kedua yang selalu berbeda.
Pernah setia? Hahaha. Ini bukan masalah setia atau pun tidak. Ini masalah ya memang belum tepat. Mungkin waktu cukup tepat, tapi bukan orang yang tepat, percuma.

Bermimpi untuk kesekian kali. Hal bodoh yang sama. Aku tersenyum, kemudian kamu datang hanya untuk bilang "mari kembali seperti sedia kala" tidak, aku tidak hanya diam. Aku bilang, "ide bagus, aku akan mulai dari detik ini" kamu bingung, secepat itu. Iya secepat itu dan sesulit itu aku selalu berusaha tersenyum.

Kamu pergi, benar-benar pergi sebentar lagi. Jaga diri baik-baik, itu katamu. Kita masih saling bertukar senyum. Selamat atas kelulusanmu. Semoga Tuhanmu selalu menjagamu.

The Bear

Monday, February 3, 2014

Banyak Belajar, Belajar Banyak.

Prinsip banyak belajar, belajar banyak akan terus berlaku mulai dari kamu membuka mata di pagi hari dan tak sengaja terlelap di tengah malam. Karena lelah akibat semua yang kamu kerjakan di hari ini, berimbas kelak di kemudian hari. Dan karena apa-apa yang belum kamu dapat sekarang, bisa jadi memang sudah dipersiapkan untuk nanti. Itu yang aku percaya, entahlah dengan kamu.

Akhir-akhir ini entah masuk kategori lelah hati, fisik atau pikiran. Bukan tentang pria mana lagi bukan. Kali ini tentang mimpi yang berawal dari keinginan dan harapan kuat untuk kemudian berusaha. Setelah Februari lalu menginjakkan sepatu boot di tengah tebalnya salju Niigata, justru terpilih menjadi Control Council, dan dikejutkan dengan pengumuman lolos Program Kreatifitas Mahasiswa di bidang Masyarakat dengan Little Farmer. Februari kali ini aku kembali berkesempatan, bukan salju kali ini, tapi Twin Tower dan River Tour Night di Universiti Putra Malaysia mengenalkan Little Farmer kepada khalayak kembali menjadi free traveler woohoo! Februari kali ini aku kembali di forum yang sama untuk melepaskan jabatan Control Council dan Februari kali ini kembali dikejutkan dengan pengumuman lolos Program Kreatifitas Mahasiswa di bidang Penelitian, ini judulnya 'Analisis Pendapatan Petani Perkebunan Karet Inti Rakyat (PIR) Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah', sejalan nanti dengan penelitian sarjanaku.

Sama seperti Tuhan menciptakan makhluknya yang beragam dengan kekurangan dan kelebihan. Tuhan juga memberikan kebahagiaan setelah cobaan atau cobaan setelah kebahagiaan atau mengimbangi keduanya bersamaan. Kembali Tuhan memperkenalkan aku pada orang-orang yang hebat sekaligus butuh usaha untuk mendekatinya seperti dosen pembimbing skripsi yang mungkin beberapa teman-teman tahu 'how's the way he works' atau orang-orang baru yang penuh semangat dan punya visi mulia seperti teman-teman dari SahabatRUMA dan para ibu yang kami kenal pada saat pelaksanaan proyek 'Gerakan Darmaga-Ciampea Bijak Mengelola Uang' bersama RUMA (Rekan Usaha Mikro Anda) akhir Oktober lalu. Ah iya, serta mengenal mereka-mereka yang entah datang kembali dari masa lampau.

Well, tentang dospem skripsi, ini sudah tahun ketiga mengenalnya, beliau juga adalah dospem akademik ku. First statement from my friends when they know my advisor is like this 'Selamat ya Fadil, selamat aja deh!' 'Ih ya ampun Fadil yang sabar ya!' dan beberapa kalimat penyemangat sekaligus iba-iba ria di dalamnya. Pada dasarnya, ada beberapa hal yang menjadi bahan pertimbangan kala pemilihan dospem, pertama karena merasa sudah cukup tahu dan mencari tahu bagaimana cara kerja beliau, saya memberanikan untuk kembali menjadikannya dospem, kedua karena meyakini bahwa beliau tidak pernah main-main dalam membimbing dan mau semua anaknya paham, saya memberanikan diri menulis namanya di urutan pertama pemillihan nama dospem dan ketiga karena beliau Guru Besar dan sibuk serta sulit ditemui, saya well kembali berpikir ulang. Tapi 2 dari 3 alasan dasar sudah memenuhi persyaratan, kembali yakinlah saya untuk mengumpulkan formulir tanpa mendengar bisik-bisik dari orang (padahal emang nggak ngomongin gue. Sip!)

Ya kembali jaranglah bertemulah dengan Mr. BMS ini, kembali sulitlah mengambil perhatian beliau dan kembali terhambatlah proses turun lapang. Tapi satu yang saya coba yakini adalah Tuhan selalu adil, Dia tidak pernah lupa melirik hamba-Nya yang berusaha sampai akhir, jadi mari tetap berusaha! :)

Selanjutnya tentang SahabatRuma, untuk yang satu ini aku sudah cukup dengan baik mengenalnya, Jajang, Ka Ata, Andri, beberapa kali bekerja dalam kepengurusan yang sama, sering kali hedon dalam setiap kesempatan yang sama setelahnya. Namun yang berbeda adalah mengenal para ibu-ibu rumah tangganya. Agak canggung memang masuk ke lingkungan baru sebagai orang yang dianggap pintar mau memberikan dan berbagi ilmu baru (sebelumnya kami telah melakukan pelatihan dengan pihak RUMA). Tapi berbekal ilmu dan pengalaman sosialisasi pada saat Kuliah Kerja Profesi pada Juli lalu, SahabatRuma berhasil mencapai lebih dari target untuk program ini. Programnya tidak sulit tidak, Bijak Mengelola Uang, bijak bisa dimulai dengan apa saja, salah satunya mencatat pengeluaran dan pemasukan sehari-hari, menerapkannya yang butuh ekstra tenaga dan usaha. Kami mencoba menfasilitasikan para ibu dengan buku catatan khusus, sehingga mereka dapat dengan leluasa mencatat. Program ini dikemas sedemikian rupa agar menarik, mulai dari adanya doorprize sampai ngariung bersama.

Dan ya program ini disambut baik oleh masyarakat bahkan RT sebelah pun ada yang ingin didatangi oleh kami untuk program ini. Sayangnya belum tahu lagi kapan ada program setelah ini, tapi pasti ada, jadi siapa lagi yang mau ikut di program ini untuk membantu memperbaikin pola keuangan masyarakat? :)

Terakhir tentang mereka-mereka yang aku kenal dari masa lampau dan datang kembali. Selamat datang! Kalaupun tidak waktu itu, tidak sekarang, mungkin di kehidupan berikutnya.

Maaf Tuhan, hanya bisa mengucapkan terima kasih dan syukur untuk semua kelengkapan dalam hidup. Tapi bukan kah Kau tidak pernah menuntut, aku salut pada-Mu, kembali terima kasih, Tuhan! Alhamdulillah untuk semua nikmat-Mu.-@fadilamh

SahabatRuma 'Gerakan Darmaga-Ciampea Bijak Mengelola Uang'

Teman kerja setahun ini! :)

Surprisingly surprised!

Wednesday, January 1, 2014

2014

Ini malam tahun baru kesekian aku tanpa kamu. Setelah berjanji, kemudian tidak menepati. Aku tidak pernah lagi meminta janji, bahkan berjanji. Aku hanya bilang iya atau tidak. Kembang apinya indah sekali, warna-warni, menerangi. Aku rindu senyum kamu. Entah siapa yang aku rindukan, hanya tak pernah tahu. Mungkin terlalu banyak yang dilalui. Sampai-sampai aku lupa kamu ada di bagian mana. Awalkah atau akhir nanti? Atau justru tidak pernah ada sama sekali. Dari sekian banyak cerita, ada beberapa yang aku benar-benar tanggapi. Dan ya kamu yang pertama. Pertama kali aku percayai. Pertama kali aku huni. Dan ya pertama kali aku duniai. Kamu juga yang pertama kali mengenalkan aku pada kecewa. Menyudutkan aku pada duka. Menyapa aku dengan hampa. Terima kasih lah untuk beberapa tahun ke belakang ini. Kamu baik-baik ya! 

Selamat tahun 2014!-@fadilamh

Friday, December 13, 2013

Ada Hidup.

Ada beberapa pesan singkat yang tidak pernah terkirim Ada beberapa pikiran yang tidak jadi diungkapkan Ada beberapa panggilan yang terhenti tak diteruskkan Ya sama seperti ada beberapa hati yang tak terbalas
Hidup, kadang apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan kenyataan. Ya sejalan sama seperti manusia, kadang apa yang diucapkan tidak sesuai dengan apa yang dijalankan. Masih mau menuntut hidup tidak adil?
-@fadilamh

Friday, November 29, 2013

Hujan.

Seperti hujan, beberapa perasaan hanya mengalir dalam diam begitu saja. Sama seperti rintiknya, beberapa kata memberitahu tanpa menjelaskan apa-apa. Sama seperti dinginnya, beberapa hal baik untuk tersimpan dibandingkan terlepas.
Kadang mengganggu memang. Tapi hujan tidak akan terus hujan, bukan? Ada panas yang akan menggantikannya.
Sama seperti kamu yang akan berganti dengan yang lainnya.
Jangan khawatir, ya?
Ditengah hujan kala itu.-@fadilamh

Saturday, November 23, 2013

Yogyakarta bertemu kembali.

Terkadang meninggalkan sesuatu tak selesai menjadi penyesalan, tapi kembali untuk mengulang dan memperbaiki bisa jadi bukan jalan.
Kalau ketika aku berjalan ke tempat-tempat yang pernah kita kunjungi, aku masih mengingatmu, bagaimana aku bisa melupakanmu?
Lalu, kalau ketika aku terpejam jauh dari hal-hal tentangmu, aku masih tetap mengingatmu, apakah aku benar-benar bisa melupakanmu?

Hari ini kunjungan entah ke sekian ku ke Yogyakarta, semacam fieldtrip mata kuliah. Rasanya aku ingin menolak dan hanya menghabiskan akhir pekan ku di kamar dengan buku bacaan baru atau sekedar dvd drama korea marathon, sudah lebih dari cukup. Tapi sayangnya kunjungan ini pun tak bisa aku hindari. Ah sialnya sial kamu serasa selalu ada mengikuti kemana pun aku berada.
Study tour Bali-Jogja lima tahun lalu. Kita saling menggenggam tangan di pinggir pantai Kuta, saling bertukar sapa dengan video cam dan tentunya bertukar tawa. Kemudian jalan Malioboro saat itu terasa padat, ada dua hal yang kita berdua janjikan bersama. Pertama, membeli gelang dengan ukiran nama kita, aku dengan namamu, kamu dengan namaku. Ukuran gelang yang kita beli jelas berbeda, rasanya tukang gelang harus memotong sekitar 4 atau 5 besi untuk gelang ukuran ku. Kedua, membeli baju Dagadu yang sama. Kita keliling Mall Malioboro karena mau membeli baju Dagadu yang asli. Dapat! Baju berwarna hitam bertuliskan United Ngayogyakarta dan ukuran yang juga sama jauh berbedanya, aku S, kamu XL. Senang sekali hari itu, sungguh, aku senang sekali.
Hari ini, aku memang tidak ke Bali. Tapi kembali ke Jogja untuk mengunjungi tempat-tempat yang sama kita kunjungi, sungguh benar-benar mengingatkan aku padamu. Candi Prambanan dan sekitarnya, mengingatkan aku untuk terus tak melepaskan genggamanmu karena saat itu aku hampir tersesat. Jalan-jalan di Malioboro mengingatkan aku bagaimana sulitnya kita menemukan tukang gelang yang sesuai dengan seleramu. Hari ini aku memakai baju hitam dengan tulisan United Ngayogyakarta. Bagaimana mungkin aku tidak mengingatmu? Alun-alun Kidul dengan dua pohon beringin, mengingatkan ku dengan becak yang kau sewa dari tukangnya dan coba kau kayuh untuk membawa ku keliling di sekitar alun-alun.
Hari ini aku ingat untuk tidak melepaskan genggamanku di Candi Prambanan dan sekitarnya. Aku ingat betul, aku tetap menggenggam tangannya, tapi bukan lagi tanganmu. Jalan-jalan di Malioboro tetap sama, hanya kali itu aku tidak berjalan bersamamu mencari tukang gelang yang pas, aku hanya berjalan-jalan untuk menemukan tempat makan, karena temanku sudah terlalu lapar. Temanku membelikan aku gelang setelah kami makan. Dia tahu akan susah mencari ukuranku, jadi dia memutuskan untuk membeli gelang rajutan tali, lebih mudah ditemukan katanya. Setelah itu, dia mengajakku untuk membeli baju Dagadu di Mall Malioboro, tapi aku bilang aku sudah punya cukup banyak baju dari Jogja. Dia memaksa, akhirnya kami membeli baju putih dengan tulisan Orang Jogja, bedanya kali ini ukuran ku S dan dia L, badannya lebih kurus darimu. Hari ini pula di alun-alun Kidul, aku tidak diantar keliling dengan becak yang kamu kayuh, hanya duduk manis dengan lengannya di pundak ku.
Berbeda dengan lima tahun lalu, hari ini aku berada dalam perjalanan pulang menuju Bogor, bukan Jakarta. Apa pun bisa terjadi. Seperti ketika hati ini mantap untuk pergi dan tak kembali kepada mu. Seperti ketika aku lebih mantap mengangguk dan menjawab iya untuk lelaki ku kini. Apa pun bisa terjadi. Bahkan di saat aku merasa sudah mantap, aku masih mengingatmu. Ah sudahlah. Seseorang tertidur lelap duduk di sampingku sekarang, sepertinya dia sangat lelah. Perjalanan dengan bus ini masih harus menempuh sekitar 5 jam lagi. Sebaiknya aku juga tertidur, sebelum seseorang di sampingku terbangun dan bertanya apa yang sedang ku tulis.
Aku membaca ulang apa yang aku tulis dan tersenyum. Kau tahu beberapa hal indah untuk dikenang, tapi bukan untuk kembali diulang.

Tak lama kemudian kamu kembali menghubungiku dan menghilang, bukan? Tenang tentang pria yang berada di posisimu hanya fiktif belaka. Karena tetap kam tidak akan tergantikan.-@fadilamh