Friday, September 30, 2011

I'm in ♥

Bogor, 30 September 2011

The feeling of that thumping came back again. The feeling of that drifting back again. The feeling of that difficult to breathe back again. The feelings of fear that had also come again. The feelings of pleasure that was also back again. I could not stop smiling. I can not help but laugh. I can not eliminate the quasi-red on the cheeks. I ... I ... I ... I fell in love again. I like someone. I feel so comfortable. I ... I ... I ... I am happy. Delighted. Unreachable.

Regards,
 
FMH
...

My Essay

Happy Eid Mubarak 1432 H fellas!
My name is Fadila Maula Hafsah.
Please call me, Fadil.
So, what I want to write down here is about tolerance, Iedul Fitri and BEM FEM.
Please, give me the feedback!
Enjoy!

Kumai, 1 September 2011
The Difference and Us

Toleransi bukanlah hal yang awam bagi masyarakat Indonesia. Mengapa dibilang begitu? Karena tanpa kita sadari mulai dari kecil sampai kini, kita sudah mengetahui dengan baik apa yang disebut dengan perbedaan. Perbedaan antara si tua dan si muda. Perbedaan antara si kaya dan si miskin.Perbedaan antara yang baik dan yang buruk. Perbedaan antara si pintar dan si bodoh. Perbedaan antara satu sama lain. Perbedaan bisa berarti menguntungkan, namun bisa juga merugikan. Perbedaan memberikan kita arti hidup dan semua kesan. Perbedaan telah mengajarkan banyak hal. Perbedaan membuat kita belajar akan menghargai. Perbedaan mengajarkan kita untuk memaafkan. Dan perbedaanlah yang mengajarkan kita untuk berterima kasih.

Mengapa Tuhan menciptakan perbedaan di dunia? Ya, dengan sejuta alasan. Karena tanpa perbedaan, maka tidak ada kesatuan. Seperti tercipta sebuah kalimat, "Unity in diversity." Bersatu dalam keragaman. Menurutku, kesatuan akan terjadi pada saat ada perbedaan. Aku dan kamu berbeda. Kamu dan dia berbeda. Dia dan mereka berbeda. Maka berterima kasihlah kepada Tuhan karena telah menciptakan perbedaan dengan sejuta alasan yang mempersatukan. Bagaimana menurutmu?

Masyarakat Indonesia, patut diacungi dua jempol untuk hal toleransi. Terutama dalam hal keagamaan. Islam, Kristen, Hindu, Budha,Kong Hu cu. Yang muslim berbeda dengan kristen pada saat menghadap Tuhan. Hindu dengan Budha berbeda tata cara sembahyangnya. Begitu pula antara satu dengan yang lainnya. Setiap agama memiliki hari raya. Apabila dalam Islam, sebelum menyambut hari raya Idul Fitri, kepada umatnya diwajibkan untuk berpuasa. Kepada umat Katolik, sebelum menyambut paskah, mereka melakukan puasa pantangan. Sedangkan, Hindu pada saat hari raya Nyepi akan mematikan berbagai bentuk penerangan dan menyepi di rumahnya masing-masing. Begitu banyak macamnya keragaman agama di Indonesia.

Tapi, kau tahu, apa yang ku yakini sampai sekarang adalah Tuhan memang satu, kita yang berbeda, seperti lantunan lagu Marcell. Namun, bukan berarti karena perbedaan, kita terpecah. Justru karena perbedaan kita saling memiliki satu sama lain. Kita mengenal satu sama lain. Kita belajar banyak antar sesama. Kita menyayangi satu sama lain, bahkan mencintainya. Tuhan adil, ya memang Tuhan sangat adil. Tak ada yang bisa menandingi kuasa-Nya. Dan semua umat beragama meyakini itu. Menurutku, itulah yang disebut dengan toleransi. Kita berbeda, tapi kita tetap merasa bangga dengan kebersamaan. Bagaimana menurutmu?

Seorang sahabat pernah berkata kepadaku, "Mahasiswa adalah kalangan elit yang berada di bawah pemerintah dan di atas masyarakat" aku tersenyum. Inilah kita, seorang mahasiswa, kalangan elit, berpendidikan, berkemauan dan mempunyai kesempatan. Satu hal yang tidak semua orang bisa dapatkan, kesempatan. Kau kaya, hidupmu enak, tak perlu pikirkan banyak hal, hanya bagaimana mengolah apa yang ada, tapi kau tak punya kesempatan, maka pupuslah harapanmu. Kau miskin, punya impian, keinginan penuh, usaha keras, tapi kau tak punya kesempatan, maka pupuslah jua harapanmu.

Tuhan tidak pernah membedakan apa yang umat-Nya upayakan. Entah dia kaya ataupun miskin, rajin ataupun malas, jenius ataupun idiot sekalipun. Tidak, tidak, tidak ada yang dibedakan. Semua orang punya kesempatan, aku, kamu, dia, mereka dan kita punya kesempatan. Tuhan yang memberikannya. Dia memberi tanpa membedakan. Hanya bagaimana cara aku, kamu, dia, mereka dan kita lah yang menentukan. Mau membiarkan sia-sia ataukah menghargai setiap bagian kecil dari sebuah kesempatan. Seperti kata Bunda, "Ada sejuta kesempatan yang datang, namun tak kan ada kesempatan yang sama yang akan datang dua kali." Dan aku percaya itu. Seperti mengambil kesempatan untuk mengikuti kegiatan Sahabat Muda Sinergi BEM FEM 2011, tak akan datang dua kali :’)

"Life is never as easy as you wish, but God always give the best" –Me

Regards,

Fadila Maula Hafsah
...

Monday, September 5, 2011

Who is love?

Dear someone, sorry for never ever can being your choice :'(


"Because the way is different. Because the basic is not same. Because you and me, called God with different name." -Me


So, maybe love isn't you..
Regards,

FMH
...

Wednesday, August 24, 2011

Bye bye FLAT!


Bogor, 18 Jul. 11
Today was my first day in Bogor after this long holiday. After wasting time to lay in the bed, watch tv, dvd and also some of useless activities and its stuff that so flat. I mean super duper FLAT.  See! I’ve told you, in here I always have good story in different ways. After spend  the night for watching ‘Catatan Si Boy’ then have dinner in Ampera with Putri, Angga, Caesar. Today I knew some facts that two of my friends have got problem because this thing, called miss-communication. I don’t wanna everything being change  after make it clear later. Wish tomorrow the problem will be cleared succesfully. Amin. Thanks God, for always giving me what the best. Cause in here I always have my colorful life with them.

Bogor, 19 Jul. 11
I don’t think it’s all cleared well. Damn, I just don’t know what I wanna do after this. Hate this time. Hate when I should shut up my mouth but I didn’t. Hate when I’ve to see my friend cried and the others don’t know what to do. And I am being the rockstone in the middle that fvck situation. Hate to see no smile in their lips. Hate when in fact the must is I can make it clear, but I didn’t. Ok I screw up all of that! I don’t even help them to solve even the little thing. Hate when all of I want didn’t work as it should work out! Hate this time. I’m so sorry, girls!

Regards,

FMH
...

Sunday, July 17, 2011

Flat -____-"

Besok gue balik ke Bogor. Entah harus bilang senang, bahagia, biasa aja atau datar? Well, jawabannya ada di pilihan terakhir, datar. Akhir-akhir ini gue lagi sulit memprediksi apa yang gue rasain. Terdengar konyol memang, apalagi ditambah kenyataan bahwa gue sendirilah yang mengalami semuanya (re: mau tak mau seharusnya gue bisa paham apa yang terjadi sama gue). Tapi hidup gue bener-bener super duper datar beberapa waktu ini. Ngga tau kenapa. Mm.. mungkin karena kegiatan gue yang monoton. Atau mungkin gue jarang ketemu orang yang berbeda, ya selain keluarga dan beberapa temen-temen gue yang rajin banget nyamperin gue dan ngajak jalan. Oh atau mungkin juga otak gue udah agak bermasalah karena kebanyakan tidur. Daaaaaan sejuta kemungkinan lainnya yang bisa gue buat. Oke intinya besok gue ke Bogor dan semoga punya suasana baru. Amin. Terimakasih.

Regards,

FMH
...

Monday, July 11, 2011

I have to realize

If life is all about the willingness and opportunity, so now the time to resolve and not waste the opportunity. You did, so did I. It called 'make a decision'.
Someone said to me, "Forgetting someone is hard, but replacing someone is as easy as you trying to love him"

Regards,

FMH
...

Friday, July 8, 2011

Sekarang, aku mengerti.

Sekarang aku mengerti kenapa cuma waktu sama kamu yang aku nggak bisa lupa. Sekarang aku tahu  kenapa kalo aku rindu seseorang, seseorang itu pasti kamu. Sekarang aku paham kenapa kamu selalu aja ada di mimpi, walaupun sekarang kamu udah bukan sama aku. Iya aku mengerti sekarang.
Karena kamu satu-satunya yang bisa buat aku menangis. Karena kamu satu-satunya yang bisa buat aku tertawa. Karena kamu satu-satunya yang bisa buat aku jengkel. Karena kamu satu-satunya yang suaranya selalu ingin kudengar. Karena kamu satu-satunya yang pelukannya selalu aku damba. Karena kamu satu-satunya yang aroma tubuhnya selalu aku rindu. Karena kamu satu-satunya yang membuat aku meneteskan air mata, bahkan ketika seharusnya aku tertawa bahagia. Karena kamu satu-satunya yang cemburu hanya karena sebatas sms dari orang lain. Karena kamu satu-satunya yang marah akibat kesibukan organisasiku. Karena kamu satu-satunya yang rela bangun pagi untuk menjemputku setiap hari dengan jarak tempuh yang jauh, hanya karena ingin tiba di sekolah bersama. Karena kamu satu-satunya yang selalu aku nanti kehadirannya ketika liburan telah usai.
Karena kamu satu-satunya yang setia terguyur derasnya hujan malam itu, bahkan ketika aku menolakmu. Karena kamu satu-satunya yang mau bolak-balik Jakarta-Bogor untuk menjemputku. Karena kamu satu-satunya yang pernah meneteskan air matamu didepanku, hanya untuk bertanya ‘mau dibawa kemana hubungan kita?’. Karena kamu satu-satunya yang selalu bisa aku andalkan. Karena kamu satu-satunya yang bertahan lama dengan semua sifatku yang menyebalkan. Karena kamu satu-satunya yang menyuruhku memelukmu ketika di motor. Karena kamu satu-satunya yang marah ketika bukan kamu yang mengantarkan aku pulang ke rumah, tapi orang lain. Karena kamu satu-satunya yang memberikan aku keyakinan untuk tetap di Bogor dan tidak secepatnya ke Jakarta, karena saat itu aku benci kamu. Karena kamu satu-satunya yang memberikan aku alasan untuk semangat masuk ke kelas. Karena kamu satu-satunya yang memberikan aku alasan untuk tak mau masuk sekolah, ketika kita putus.
Karena kamu satu-satunya yang membuat aku menangis ketika kamu sedang dekat dengan wanita lain. Karena kamu satu-satunya yang pernah menembakku hampir setiap hari setelah kita putus sebelumnya. Karena kamu satu-satunya yang cemburu, bahkan dengan teman dekatmu sendiri. Karena kamu satu-satunya yang membuatku sulit bernapas ketika aku membaca statusmu dengan tanggal jadianmu, bukan denganku, tapi orang lain. Ya, karena kamu satu-satunya yang bisa membuatku menulis semua alasan ini.
Karena kamu cuma satu, seperti kata Naif. Dan tak ada dua. Aku sudah belajar melupakanmu. Belajar meninggalkanmu dan tak menoleh ke belakang. Tapi nyatanya, aku gagal. Aku belum bisa belajar untuk berhenti menyayangimu. Aku belum bisa belajar untuk tidak membandingkan yang lain denganmu. Aku belum bisa belajar menjalani hari-hariku tanpa kamu. Aku belum bisa. Belajar untuk tak bersama kamu, sulit. Aku sudah membuang kertas file yang sebelumnya ku bilang tak akan ku buang, tapi percuma. Aku sudah menghapus foto-foto kita, tapi kenyataannya aku tetap mencarinya di jejaring sosial. Aku mencoba untuk tak mencari tahu tentangmu, tapi selalu ada akses untuk tahu tentang kamu. Selalu saja. Aku rindu kamu.

Regards,

FMH
...