Sunday, August 22, 2010

Freedom


PROLOG
 expĂ©rience est que vous


31 Desember 2009. Hari dan tanggal yang sejujurnya tak mau aku nantikan kedatangannya. Di penghujung tahun yang artinya akan ada tahun baru, akan ada hari yang berbeda dengan suasana hati yang berbeda. Namun, kali ini ada yang lain, aku tak seperti biasanya. Karena di setiap penghujung tahun, walaupun aku benci melewatinya, aku tetap bisa tersenyum senang. Karena, di penghujung tahun itu pula, aku akan membuat karakter ku yang baru. Ya baru. Bukan baru seperti yang orang katakan “Aku ingin jauh lebih baik dari tahun ini lho!” atau curahan hati seseorang kepada hatinya “Pokoknya tahun baru ini harus aku lewati dengan senang, tahun baru dengan hati yang baru” atau entah semacamnya lah. Bukan  yang baru seperti itu. Tapi karakterku yang baru.
Pukul 23.30. Artinya setengah jam lagi aku akan benar-benar memainkan perananku. Aku akan berakting lagi. Tetapi kali ini, aku bermain bukan sebagai seseorang. Namun diriku sendiri. Brilian bukan? Aku memainkan peranku sebagai diriku sendiri di kehidupanku. Sebentar lagi, beberapa menit lagi, di langit pasti akan banyak kembang api berwarna-warni cerah ceria yang akan menyambut diriku yang baru.
Pukul 23.50. “10 menit lagi” aku menggumam.
Pukul 23.59. Aku memejamkan mata sebelum benar-benar siap untuk melihat penyambutan atas diriku atau yang aku atas namakan untuk diriku. Sekelilingku mulai menghitung mundur dari tiga puluh. “Tiga puluh..dua puluh sembilan..dua puluh delapan..”. Tunggu pikiranku goyah, aku linglung, dalam pejaman mataku, aku ingin menagis, aku menyadari, aku lupa, aku tidak pernah menjadi diriku sendiri sebelumnya. Tapi kali ini ketakutanku tak bisa ku atasi sendiri. Aku mulai berpikir untuk merubah karakterku, kembali menjadi seseorang yang baru, tapi bukan diriku. Tapi hitungan mundur di sekelilingku sudah sampai hitungan kesepuluh. “Sepuluh..sembilan..delapan..”. Aku panik, bingung, kacau sekali pikiranku. Aku seperti tersesat, dada ku sesak. Aku seperti tak berpijak di bumi. Aku berharap bisa menghentikan waktu saat ini juga.
“Dimana suara orang-orang?” aku kembali menggumam. Aku tak berani bertanya dan membuka mata. Aku benar-benar tak mau hari ini ada, sungguh aku berharap aku tidak berada di sini. Berada di taman belakang rumahku yang selalu menjadi tempat berkumpul semua teman-temanku. Karena dari sini, kami bisa melihat indahnya langit Jakarta pada saat tahun baru. Bahkan ini hanya 60 detik, dan aku merasa lama sekali. “Mana mereka ?” aku kembali bergumam dan kali ini aku mencoba memberanikan diri untuk membuka sebelah mataku. Mengintip. Dan ketika ku buka kedua mataku memastikan semua ada di sana, aku melihat kembang api yang sudah mulai menyala.
“Indah sekali!” aku berbisik. Tapi kali ini keindahannya berbeda. Perlahan-lahan keindahannya mulai menghilang. Pudar dan langit pun kembali sepi. Aku bisa mendengar tawa semua teman-temanku. Tapi dimana rasa gembiraku. Aku sudah memututuskan untuk menjadi diruku sendiri, bukan? Tapi aku tak merasakannya. Atau memang inikah sebenarnya diriku? Inikah karakterku? Karakter yang tidak pernah aku mainkan. Karakter yang belum aku tahu sama sekali. Entah mengapa aku seperti kehilangan cahaya. Bahkan inilah diriku, aku memulai tahun baru ini dengan diriku sesungguhnya dan aku malah merasa kehilangan cahaya?. Untuk menutup malam ini, yang bisa kulakukan hanya diam dan memberikan senyuman simpul kepada teman-temanku. Karena aku tahu, nantinya mereka semua akan sangat merindukan diriku yang sebelumnya. Bukan diriku yang ini, tapi sebelumnya. Dan yang aku tahu, tahun ini akan terasa sangat sulit, karena aku belum pernah merasakan menjadi diriku sendiri, sebelumnya.


"Happy New Year!!!"

...

Friday, August 20, 2010

It's show time!

Hmm hmm hmm hmm dan gw ga tau mau cerita apa sekarang, sebenernya banyak yang pengen gw tulis, tapi kondisi hati dan pikiran gw belum terlalu mengizinkan. Anyway, sebenernya gw mau nulis cerita lanjutan dari post gw yang sebelumnya. Tapi, berhubung udah so last year, udah lewat 2 mingguan, basi bener kan ya, yaudah jadinya gw mau cerita yang lain. Cerita apa yaaaa ? Cerita tentang kegiatan gw waktu 'final day' aja deh. Karena training radio gw udah satu bulan, means that all of us must have destination and its called 'final day'. nah, di final day ini kita masing-masing siaran perdana (tapiiiiiiiiiiiiiii untuk some of us, ini adalah siaran kedua hahahaha, you know why). Training 22. Itu nama angkatan gw karena kita adalah kelompok yang ke-22 di radio. Ada 16 orang yang bakalan ikutan final day. Siaran di mulai dari jam 12 a.m- 8 a.m tanggal 15 Agustus 2010 kemaren. masing-masing dapet waktu 30 menit. Dan gw kebagian yang jam 12.30 a.m siapa coba yang mau dengerin ckck. Tapi, kayanya emang itu tujuannya, biar kalo gagal atau pun ancur, ga ketauan, atau setidaknya nggak banyak yang dengerin kan.

Semua berjalan seperti biasa, lancar-lancar aja, paling kerjaan kaka kaka radio nya yang ngisengin, matiin lampu lah, ngegerecokin lah, ngutak-ngatik mixer dan lain-lain. Cape nggak ? Bangeeeeeeettt. Ini disebabkan oleh bahwa sahnya, nggak ada tempat tidur atau pun selembar tiker pun, jadi ya mau tak mau nggak tidur, bahkan beberapa temen gw pada tidur di tangga. Dan pada akhirnya, gw ketiduran di meja, sampe sekitar jam 7a.m gw bangun. Dan tahukah kalian apa yang gw dapatkan setelah gw bangun. Yaaa salah satu anak radio, Hiko namanya, akrabnya di sapa ka Hiko, karena dia emang lebih tua satu tahunan lah, dia anak UI, jurusan nggak tau, selengean, ga jelas, konyol, gokil dan gw masih heran kenapa dia bisa jadi anak UI. Nggak percaya kebodohannya. Here it is, I will tell you!

Gw buka mata, dengan masih setengah bangun, terjaga, pegel, cape, ngantuk. Dan orang pertama yang gw lihat, ya ka Hiko. Nyengir ga jelas, kurus, ceking, untung dia punya lesung di pipi nya. Jadi, kalo senyum masih ada manis nya deh (dikit). Okeee after that, dia langsung ngajakin gw taruhan. Gini nih taruhannya "Yang kalah ngajak mas-mas itu ngomong yaa!". Dan gw menjawab "Ogah ah!". Karena hasutannya yang kurang ajar itu, akhirnya gw nerima, kalo di pikir-pikir daripada bete juga masih nungguin sejam lagi. "Oke!". Akhirnya kita gambreng, kenapa gambreng ? karena gw jadinya bertiga, sama si Reksa juga ikutan. Ets, bentar jangan anggap remeh dulu taruhannya. Karena mas-mas yang notabene di jadiin taruhan ini, adalah orang yang harusnya gw ceritain sebagai lanjutan post gw sebelumnya. Orang nya ga jelas, serem, freak, udah nggak muda lagi, gondrong, dia bilang dia mau jadi penyiar, tapi setiap di suruh ngisi formulir ga mau, ntar kalo di suruh nunggu kaka radio nya, dia bilang mau pulang, eh ga tau nya di masih nungguin, duduk di pojok, ah nggak banget pokoknya. Dan bukan cuma gw yang menyadari itu, semuanya juga kok, jadi layak di pastikan kalo mas-mas ini emang pantas di cap 'aneh'. Ya karena emang aneh.

Akhirnya kita gambreng. Deg deg deg deg. Sumpah gw beneran deg deg an, takut kalah, terus ngajak ngomong tuh orang, ngeri di apa-apain deh gw. "Hom pim pa ala ium gam breeeeng!". Yaaaa dan yang keluar pertama menjadi pekalah (kan lawannya pemenang, jadi pekalah). Dan itu adalaaaaah "Mampus lo kaa !hahahahaha lo yang ngajak, lo yang kalah, selamat yaaa!". Ka Hiko kalah. Seneng gw hahahaha. Dan kurang lebih seperti inilah obrol taruhan antara ka Hiko dan mas-mas aneh itu:

Latar belakang: Pagi-pagi, di depan studio radio, banyak orang yang cekakak cekikikan ngeliatin dan ada dua orang tokoh utama.

H: Ehm, darimana mas ?
M: Dari Ciomas (sambil senyum-senyum cengengesan, bayangin udah bukan bocah lagi, tapi masih cengengesan, gimana ga ilfil)
H: Mau ngapain mas ?mau jadi penyiar ?(muka nyebelin, sambil nyalain rokok)
M: Iya, ini mau jadi penyiar, mas nya penyiar ? (sambil benerin rambut yang gondrong)
H: Oh bukan, belom jadi penyiar. Pagi amat datengnya, kan masih lama pertemuannya ?
M: Oh, iya ini hehe hehe hehe (OMG, makin bikin ilfil). Mas, nggak puasa ?
H: Ha puasa ? emang udah imsak ya ? wah kirain udah maghrib (muka konyol, actually, ini emang skenario buat ngomong kaya gitu, karena emang itu udah jam setengah 8 pagi)
M: Oh hehe hehe hehe (sambil benerin rambut yang gondrong)
H: Ngerokok nggak mas?
M: Nggak, puasa mas (lagian, si ka Hiko oon, pake di tawarin)
H: Oh, yaudah ya mas
M: Oh iya iya hehe hehe hehe (sambil benerin rambut yang gondrong)

Yaa dan itu cukup membuat semua ngakak. Ya ampun bulan puasa lhooo, ngerjain orang. Dan cukup sekian cerita gw untuk kali ini. Sebenernya gw libur seminggu, tapi baru bisa balik ke Jakarta kemaren Rabu. Dikarenakan, gw mesti upacara 17 Agustus, sebagai salah satu acara ospek dan wajib, dan puasa, dan panas, dan pegel, dan puyeng, dan ribet, dan lain-lain. Dan seperti inilah kostum saat upacara 17 Agustus 2010 kemarin.


Dan setelah, tidak berjumpa dengan temen-temen gw, alhasil ini lah yang kami lakukan, untuk melepas rindu. We met on skype!

...

And for someone:
"You are the stupidest thing that I've ever had in my life!"

Friday, August 6, 2010

I Love to Repeat this Moment, May I ?

Dan mulai sekarang, semenjak gw di Bogor, gw bakal up date blog gw cuma setiap gw lagi ada di Jakarta aja deh. Padahal gw punya banyaaaaaaaaaak banget cerita tentang hidup gw yang sekarang. Yang setiap hari penuh dengan tawa (ini beneran lhoooo!). Gw ngerasa happy banget punya temen banyak di sana. Punya banyak ceng-ceng an baru yang pastinya bikin hari-hari gw nggak ngebosenin. (See! like what I've said).
Now back to the destination why I wanna write on this post. Iyaaaaaa gw mau cerita tentang kejadian bodoh gw dan teman-teman radio gw dan gw rasa ini nggak bakal pernah terlupa buat gw dan juga temen-temen gw yang ada di tempat kejadian. Oke kita mulai saja.

Seperti biasa pada hari Kamis, gw ada kelas jam 10 sampe jam 12. Dan seperti biasanya pula, gw akan ngantuk dan mulai ketiduran di kelas. Dan untuk membuat mata gw tetep on fire, akhirnya gw ngeluarin buku radio gw, yang isinya hampir semuanya script buat recording. Bentar-bentar biar gw jelasin dulu, buku radio itu bukan buku bentuknya radio ya, nah kalo recording itu maksudnya, dalam masa training ini nih kita latihan siaran nya pake rekaman dulu, gitu. Back to topic. Semuanya fine-fine aja, gw bikin script seadanya dan nyatet yang ada di papan tulis, abis itu bikin script lagi, nyatet lagi dan begitu seterusnya. Satu hal yang pasti, gw nggak ngantuk. Biasanya sih kalo gw ngantuk, gw bakal bilang ke temen gw "Nan, Nan, ngobrol yuuuu". Tapi sayangnya pelajarannya terlalu susah, jadi gw selalu di kasih tangan sama dia, masa gw ngomong sama tangan kan nggak lucu. Yaudah deh makanya gw cari kegiatan lain(bukannya dengerin dosen ya). Masalahnya entah kenapa gw selalu ngantuk kalo dengerin dosen ngoceh. Tapi ajaibnya, gw selalu fresh 5 menit sebelum jam kuliah usai. Keren kan.

Semua berjalan seperti biasa, abis kelar kuliah, gw balik ke asrama bareng Anan sama Lisa. Gini gini, Anan sama Lisa itu temen sekelas gw. Anan asalnya sama kaya gw, dari Jakarta, anaknya pinter tapi oon (bisa di bayangkan?). Nah kalo Lisa dari Cirebon, suka ngomong sama nyanyi ga jelas tapi dia baik hati. Well yeah singkat cerita, mereka berdua adalah dua orang pertama yang kenalan sama gw waktu hari pertama kuliah. Dan mereka positif cocok banget buat ngobrol sama gw. Ehem tadi sampe mana ? Oiya, sampe akhirnya gw pulang ke asrama. Jadi planning hari itu adalah gw kuliah, terus rekaman ke radio. Gw janjian sama anak radio yang lain sekitar jam 1 lewatan. Dan seperti biasa, gw dateng ehem agak ngaret. Pas gw dateng, baru ada Citra sama Reksa. Nah dua orang ini juga anak Jakarta. Citra, cantik, punya suara yang khas dia banget dan metaaaaal abiiieeeeezzzzz. Sumpah bener-beneran metal lhooo! Reksa, ganteng? nggak ah, ribet, tapi gokil, bakal klop banget kalo kita berdua jadi partner pas siaran.

Pintu studio radio masih di kunci, menunggu dan menunggu, nggak ada yang kunjung datang. Finally, kita memutuskan untuk langsung masuk, kok bisa? yaa karena kita tau dimana kunci studio di taro biasanya. Semua nya baik-baik saja, gw rekaman, Citra sama Reksa bikin script. Nggak lama temen gw dateng juga, Yuli namanya, cantik, dari Palembang. Tapi, agak-agak misterius gimana gitu. Oke semuanya masih baik-baik saja. Setelah gw rekaman, gw mulai merasa bosan, don't know what to do. Akhirnya, Reksa ngajakin masuk ke studio siaran yang pada waktu itu emang ga ada yang siaran. Alhasil kita iseng deh make-make headphone, mixer, mic dan hal untuk siaran.

Pertama, gw sama Reksa jadi partner, karena rada bosen, akhirnya gw, Citra dan Colin pura-pura jadi guest star dan Reksa jadi penyiar. Colin, dari Jakarta, manis, Batak dan gokil. Kita ngobrolin banyak hal, dari mulai gw yang suaranya jazzy, Citra yang suaranya metal, Colin yang suaranya pop dan banyak banget lelucon yang kurang berkenan kita omongin. After that, gw sama Reksa berdua jadi partner juga, gantian Citra sendiri jadi guest star. Kita ngecengin banyak hal, yang bego, bodoh dan tolol. Dan Ancur!!! Kita ngomongin dari mulai temen gw yang suaranya agak mendesah gimana gitu kalo lagi rekaman siaran, pokoknya ga dia banget lah. Ngomongin salah satu penyanyi papan atas, yang pastinya kita sebut namanya, ngomongin buku seseorang yang kita asal-asalin penulis nya itu Reksa. Dan banyak banget hal nggak penting yang kita omongin selama setu jam an lah kira-kira.

Karena udah mulai bosen, Citra keluar ngambil handphone dan iseng dengerin radio. Gw sama Reksa masih cuap-cuap ngomongin orang dan ehem ngejelek-jelekin. Semua yang ada di otak kita berdua, kita jadiin lelucon yang asal jeplak lah pokoknya. Dan gw akui itu seruuuuuu banget. Sampai akhirnya dari depan pintu Citra bilang "Guys, On Air On Air !". Nggak percaya dong gw. Pertama, karena emang sebelumnya ga ada yang siaran, mana mungkin pemancar nya nyala. Kedua, kita kan ga make komputer nya, cuma mic, headphone sama mixer nya. Masih nggak percaya dan udah mulai panik gw sama reksa nge test lagi. Gw ngomong lagi di mic dan di dengerin yang lain di luar. "Woy On Air On Air!!!". Semua panik "Ah serius lho, serius ?". Colin ngetest pake handphone nya. Gw nyetel lagu dari HP dan gw deketin ke mic dan ternyata POSITIF gw On Air !!!!!!! Dengkul gw lemes, Reksa udah lemes, semuanya juga. Kita memutuskan untuk meninggalkan TKPB (Tempat Kejadian Penyiar Bego). Ya semua panik dan pada tereak-tereak "Woy jangan ada yang ketinggalan!" "Cepetan cepetan!" "Komputer semua matiin" "Eh kunci nya mana kuncii ????" "Aduh mana mana cepetan, itu tuh tas siapa ?" "Buruuaaaaaaaaaaan". Ya kurang lebih bisa di bayangkan bagaimana muka dan ekspresi kita semua yang ada di TKPB.

Akhirnya kita pergi meninggalkan TKPB. Tapi, kita pada ga tau harus pergi kemana. Masih bingung. Satu Bogor denger semuaaaaaaaaaa. OMG, can you imagine, guys! Selama perjalanan entah kemana, Reksa ngoceh mulu "Aduh gimana kalo ketauan, abis itu kita di keluarin dari training, terus kita ga bisa jadi penyiar, abis itu di DO, terus masuk penjara di laporin polisi. Gimanaaaa ?" Dan semua menjawab "Nggak segitunya juga kaleeeeeee". Oke pada akhirnya kita memutuskan untuk balik lagi ke TKPB setelah membeli makan. Kita juga memutuskan untuk bersama minta maaf, kalo kalo ternyata emang di denger sama kaka kakanya, dan yang lebih tragisnya di demo satu Bogor gara-gara jelek-jelekin artis idolanya (ga segitunya juga sih). Pas kita balik ternyata masih ada kejadian tragis yang mengerikan. Tapi untuk cerita ini akan gw sambung di post gw selanjutnya. Oke. Setelah mas-mas radio kita itu dateng (akhirnya datang juga) dia langsung jalan ke ruang pemancar sambil bilang "Aduh, pemancar belom di matiin lagi dari semalem". Jeng Jeng. Tau kan apa artinya, artinya emang beneran tadi itu kita On Air!!!!.

Sekitar jam 8 malem an, kita masih ada di studio rekaman. Dan kita udah mulai tenang kali ini. Eh tiba-tiba Reksa bilang "Ada sms masuk, ada sms masuk sekitar jam 15.39 an, ada 3 sms". Dan sekitar jam segitu pula kita siaran On Air (tanpa sadar). Mau tau isi sms nya ? Gini nih "Anjriiiiiiiiiiiiiit, yang siaran jelek bangeeeeeettt" "Ancur bangeeeeeeeeeet ARRRGGGGGHHHH" "Jeblok banget yang siaraaaaan" dan itu cukup membuat semuanya yang tau pada shock. Oke akhirnya kita semua, yang tau, setuju buat tutup mulut dan berpura-pura nggak ada apa-apa.

Sampe tadi pagi gw bangun dan melakukan hal yang rutin, bawa baju kotor ke bicu (bibikcuci). Gw ketemu Nana, pengen cerita hal bego ini, dan komentarnya adalah "Oh pantesan katanya No name, lo siaran kemaren, dia ngotot banget itu suara lo" Dan gw tertunduk. Diam. Dan berkata "Na, tolong bilang, itu bukan gw ya , kalo kalo ada yang nanya" Dan gw balik ke kamar. Kejadian kedua terjadi pas gw lagi sarapan. Tiba-tiba temen gw lewat dan nanya "Eh Dil, kemaren lo siaran ya, uji coba ?" Dan gw tertunduk. Diam. Dan berkata "Nggak kok, mana bisa siaran". Upss, gw bohong. Mau gimana lagiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii ?. Well yeah harus gw akui dan semua temen-temen gw akuin kalo ini bener-bener unforgettable banget. Kita semua setuju dan sepakat kalo hari Kamis, 5 Agustus 2010 itu hari yang panjang, seru dan tak terlupakan. Ets ets, tenang dulu, karena di post selanjutnya gw bakal ceritain, apa yang terjadi setelah kita pada balik abis beli makan tadi. Satu hal yang gw pelajari dari kejadian bodoh menegangkan itu "Be aware kids, you won't know what will happen with you after this!"

...

Saturday, July 31, 2010

Oh Lord, I miss that time!

Kalo detik ini ada seseorang yang berbaik hati memberikan pundaknya buat gw, satu hal yang pasti, dia bukan orang yang bener-bener gw inginkan ada di samping gw detik ini juga. Kalo  detik ini ada nasihat yang bisa bikin gw tenang, satu hal yang pasti, nasihat itu bukan dari seseorang yang gw inginkan detik ini juga. Kalo detik ini ada suara indah nan merdu nyanyiin satu buah lagu buat gw, satu hal yang pasti, suara itu bukan dari seseorang yang bener-bener gw harapkan.

Mencoba terus-terusan kuat di depan semua orang nggak mudah ternyata. Karena ketika gw bener-bener rindu satu masa, semua orang hanya tau 'Well, dia akan fine-fine aja' atau mungkin 'Dia udah terbiasa kok, seperti katanya setiap saat'. Cuma bisa diam dan nggak berkata apa-apa dan tetap merasa kuat. And now right here, gw bakal tetep menjadi seperti itu, sampe kapan pun. Karena hanya dengan begitu gw bisa mulai mencari dan mendapatkan sesuatu yang emang seharusnya gw dapatkan. Sakit ? WOW sakit sekali, disini (dihatiku), seperti yang selalu gw katakan, rasanya sakit seperti sulit bernafas. Dan lagi-lagi hal bodoh ini gw rasain.

Gw terlalu picik untuk benar-benar membiarkan semuanya berlalu gitu aja. Kalo satu masa yang benar-benar gw rindukan itu bisa di ulang, satu hal yang pasti, gw nggak akan pernah mau memulai masa itu, sekalipun mungkin pada akhirnya akan bahagia. Menurut gw kebahagiaan itu bukan dari apa yang kita jalanin. Tapi seperti apa kita ngejalaninnya, mulai dari awal kita memilih untuk memulai suatu masa yang hanya akan terjadi sekali. Ya dan hanya sekali, tak kan ada gantinya dan tak kan terganti. Menurut gw semua sama aja, ngga ada yang beda, sekalipun di mulai dengan kata tulus. Semuanya bikin gw enek mau muntah. Semuanya bikin seolah-olah menjijikan. Dan sekarang gw menemukan kata yang pas untuk menggambarkan suatu masa yang malam ini gw rindukan. 'menjijikan'. GREAT! I found it! Masa yang 'iuh' banget.

Ya Tuhan, saya udah bikin berapa orang kecewa untuk waktu dekat ini saja ? banyak pasti banyak. Tapi saya nggak tau harus ngapain, semuanya terasa sama saja di mataku. Oh Lord, give me a miracle.


...

Saturday, July 24, 2010

Come and Leave

Yap dan sekarang gw mulai merasa nyaman dengan semua yang ada di sekitar gw. Nyaman sama suasana baru. Nyaman punya banyak temen yang pastinya bisa bikin gw ngerasa betah di bogor. Nyaman sama rutinitas yang bahkan terkadang bikin gw lupa sama masalah gw. Nyaman sama kehidupan yang kalo di pikir-pikir ya gitu-gitu aja. But, I do really like it so much! Lupa sama semuanya, lupa sama masalah yang pernah mampir di hidup gw, lupa dan pastinya mencoba melupakan semua yang udah terjadi. And now, I'm here! Bogor, indah, kota padat, panas, teduh, susah tapi tetap tak kan terlupakan. Karena di sini lah gw bisa ketemu banyak orang yang dari banyak background. Dan gw ngga sendiri. Masih banyak orang-orang yang punya masalah lebiiiiiiiiiiiiiiiiih berat daripada apa yang gw rasain. Satu hal yang selalu gw lakuin adalah selalu melihat ke bawah bukan ke atas. Karena ketika gw ngeliat ke atas, itu cuma bakal ngebuat gw ngerasa ngga pernah puas dengan apa yang udah gw jalanin dan gw rasain selama ini.

Semua orang juga pasti bakal ngerasain yang namanya peprpisahan kok. Bagaimanapun, dimanapun dan dengan siapapun, di setiap pertemuan pasti ada perpisahan, right? Dan itu yang gw alamin. Pisah sama temen-temen SMA. Seperti yang telah gw katakan di post sebelumnya. Masa-masa SMA itu emang bukan yang paling indah di hidup gw. Menurut gw, ketika kita kecil itu adalah masa paling sulit di dapat, I guess! Yang pasti, yang pengen ngelajutin sekolah ke jenjang yang lebih tinggi kan bukan cuma gw, semua orang dan termasuk temen-temen gw. Mau digimanain pun caranya, lo ya elo. Gw ya gw. Masing-masing punya hidup masing-masing. Semuanya pada mencar, gw di Bogor, ada yang di Bandung, Jogja, Malang, Surabaya, Jakarta, Cikarang and finally Riau pun ada. Dan habis lah semua temen-temen gw :(
Well, ya ya ya, apa pun yang terjadi kita semua tetep bakalan jadi sahabat kan. Satu hal yang susah di cari itu ya temen. Kenapa? Karena seperti sebuah quote, untuk apa ada teman kalo bukan untuk kita? Dan gw percaya mereka bakal selalu ada buat gw, begitupun gw. (Rada mendayu-dayu ngga sih? kok kayanya bukan gw banget ya haha).

Hari Rabu kemarin gw sengaja ke Jakarta dan bertemu teman-teman gw hanya untuk perpisahan hiks ;(
 (On the picture: Me, Aggri, Aster, Dine, Meri, Bicu, Mardho)

Gw juga ketemu temen-temen SMP, Bastian mau ke Riauuuuuu. Terimakasih telah membuat saya menangis pukul 2 pagi. Aaaaaa why you have to go? Riau kan jauh. Nggak bisa di jangkau kaya yang lainnya. Ntar kan ngga seru kalo cuma bertiga (gw, Ibroo, Jai). Sepi deh pasti. Pulangnya pasti lama deh! Ah bete! Tapi mau gimana lagi, sukses yaa, B!
Sukses juga buat Ibroo ku sayang sama Jai ku ganteng! I'll be missing you! I'll always remember our laugh, everywhere and everytime with you, guys!
(From left to right: Jai, Bastian, Dhyta, Me, Lala, Ibroo, Wendhika.
Note: this picture took place in my JHS, after long time no see)

Sekarang gw punya kegiatan baru lho! yaitu menjadi penyiar radio. AgriFM 107.7. Yap dan gw akan mengikuti training selama kurang lebih satu bulan. Dan artinya gw akan mempunyai waktu yang padat sebagai rutinitas gw dan dengan begitu gw bisa mempunyai banyak waktu untuk mendapatkan hal baru dan yang pastinya bukan masa lalu. Oke! Wish me luck! Temen-temen gw di radio juga patut di acungkan jempol, karena mereka asik-asik, seru, rame, hmm apa lagi ya, yang pasti mereka welcome dan comfortable banget.
And now I'm home! Ngepost blog yang sekarang ini udah bakalan susah gw update karena ketidak adaan waktu luang yang gw miliki. But, it's oke, I'll write as long as I can. Because only with writting, I can share everything, I can tell everything, even something that I'll never can't say. And only with writting, I can feel free, and what I believe in, I'm not alone, right?

...

Sunday, July 11, 2010

When life goes on

Kata orang masa paling indah itu ya masa-masa SMA, masa remaja yang nggak akan pernah terulang, masa remaja yang nggak akan pernah terlupakan, masa remaja yang selalu akan punya noda hitam putih bahkan warna-warni di dalam setiap sudut memori seseorang, masa remaja yang paling mengesankan bahkan masa remaja yang nggak akan pernah orang lain sama rasakan. Yap, semua orang berkata seperti itu. Berkata seolah-olah tak ada masalah, karena itu memang pantas untuk di ingat. Seolah-olah telah menang karena sudah melewati masa-masa yang penuh dengan kelabilan. Seolah-olah akan selalu sedih apabila mengingat masa-masa tersebut. Ya dan seolah-olah memori itu akan terulang nanti 4 sampai 5 tahun lagi. Memori yang punya tempat tersendiri. Tapi untukku, sayang nya tidak begitu. Entah kenapa masa-masa SMA bukan masa terindah atau mari kita katakan masa-masa yang paling indah.

Buat gw masa-masa paling indah itu masa kanak-kanak. Masa yang juga tidak akan pernah terulang. Masa yang tidak pernah mengenal lelah dalam segala hal. Masa yang tidak pernah rapuh untuk mendapatkan sesuatu. Masa yang akan selalu menjadi impian. Masa yang tak kenal masalah. Masa yang indah dengan senyum tawa maupun tangis tanpa mengetahui untuk apa kita melakukan hal tersebut. Untuk apa tersenyum, untuk apa menangis. Untuk hal bodoh kan ? atau hanya untuk sekedar menangis untuk rasa sakit akibat jatuh dari sepeda kecil yang bahkan sudah roda empat. Seseorang pernah mengajukan pertanyaan "Kenapa bukan masa-masa SMA yang paling indah bagimu ?". Hanya ada satu alasan "Karena semuanya terasa menyakitkan ketika aku mengingat masa itu dan mengingat seseorang itu". Ya dan hanya itu alasannya. Alasan yang tak kan pernah tergantikan kedudukannya. Alasan yang selalu membuat saya berpikir untuk cepat belajar menjadi dewasa. Alasan yang selalu membuat saya tertunduk diam ingin menangis. Alasan yang selalu membuat saya ingin waktu cepat-cepat berlalu. Alasan yang juga selalu membuat saya sulit untuk memejamkan mata ketika saya sangat ingin melakukannya. Dan beribu alasan bodoh yang menyebabkan alasan tersebut menjadi satu-satu alasan kenapa bukan masa SMA yang paling indah untukku.

Sebenarnya ini cuma masalah pola pikir bodoh yang sudah terlanjur tertanam dalam keseharian gw. Pola pikir yang seharusnya udah gw ubah ketika seseorang berkata "Ini semua cuma masalah pola pikir kamu kok, nggak lebih". Sayangnya gw terlalu angkuh untuk mencoba sedikit saja merendah dan mulai belajar merubah pola pikir gw. Sayangnya waktu itu gw terlalu bodoh untuk mengakui kalo dari awal pola pikir gw emang bermasalah. Dan ketika seseorang berkata "Ini semua cuma masalah waktu kok". Hal ini saja yang gw bisa percaya tanpa ada perubahan dari diri gw sendiri. Buat apa ? Buat menertawakan diri gw sendiri pada saat gw jatuh di lubang hitam yang sama ? Atau untuk ikut bersusah-susah hati ketika semua orang menertawakan diri gw sendiri ? Oh tentu saja bukan tapi untuk diam dan tak melakukan apa-apa, toh gw nggak melakukan apa-apa, bukan ? Oke baiklah lupakan.

Gw udah berubah sekarang. Bukan anak bocah yang nangis karena jatuh dari sepeda yang bahkan roda empat. Bukan anak bocah yang akan hanya tertawa pada saat melihat badut di acara ulang tahun. "Gw udah dewasa!". Bokap nyokap gw percaya itu dan seharusnya gw juga percaya akan hal itu. Oke kembali lagi ke keanehan gw yang menganggap masa SMA adalah yang sepantasnya hanya sebagai halte untuk singgah dan di lewati begitu saja. Well, hal ini ngga berlaku buat temen-temen gw. Temen yang akan selalu menjadi temen buat gw. Iyalah, nggak akan pernah berubah. Gw cuma nggak suka dengan masa-masa nya aja kok. Masa selama 3 tahun yang seharusnya di lewati tanpa masalah dan yaa baik-baik saja. Tapi kini, gw bakal mulai menghadapi sesuatu yang baru. Seseorang berkata "Kuliah itu baru masa sebenarnya". Believe it or not.

...

Saturday, July 3, 2010

Traffic until night

Hallohaaaa everybody hoooooo
So happyyyyyy on this week, really? Sureeeeee
First reason is because this week is my first time in IPB, like what I've said before all about new things. And taraaaaa I'm here in Bogor. Actually I'm on the way to Sukabumi for family vacation now.
Second reason is now almost of all my friends have many experiences to share with me. My room mates that very 'krik' at first time.
Third reason is too many things that I really want to share, but maybe not now.
Anyway I do really hate traffic aaaaa, OMG, now 22.30 and I'm still on the way.
Then the bad news is I must start my class on July, 5th 2010. The class is called 'matriculation'. And I've got Math for 6 weeks.
Alright, maybe I won't posting as usual as I usually do. Later I will tell about all of my friends in here. So friendly, so funny, so and so on.
See yaa later
FYI, I'm still on the waaaaaaaayyyyyyy!!!

...