Wednesday, January 26, 2011

No time for 'labil' time!

 This is my high school friends, we called SPAM!
(Taman Kuliner, January 23, 2011)

I don't know what I'm going to share right now. Tomorrow will be so much busy time for me. No time for 'labil' time, right? Thank so for someone I called 'S' because you always come in the right time. You know, usually, when you come and I said you come in the right time, something that I said 'in the right time' is not always in the right time. But, you got it now, mm ... I mean welcome to my ... mm ... new resolution ~(^_^)~

Regards,

FMH
...

Friday, January 21, 2011

The change

"Wanita itu udah punya bakat secara alamiah, di umur 15 tahun, wanita itu udah bisa ngomongin tentang kehidupan lho!" Iya kok Om, aku percaya. Cukup amat sangat percaya dengan kebenarannya. Dialog singkat yang salah satu kata-katanya cukup melekat di pikiran gue. Wanita itu makhluk yang hebat, oke emang dalam beberapa hal pria lebih hebat. Tapi, menurut gue, masih belum cukup hebat untuk menangani kehidupannya masing-masing.

Guru agama gue bilang, "Alasan utama mengapa wanita tidak pernah menjadi pemimpin negara adalah karena wanita bekerja menggunakan hati." Hell yeah, gue akuin guru agama gue lagi-lagi bener. Pertama, sebagai wanita nggak banyak yang bisa di lakuin pada saat-saat genting. Bahkan yang bisa di lakukan, ya cuma nangis, nah kalo pria, dia bakal lebih berpikir luas dan panjang untuk beberapa masalah. Kedua, the women are not the faster decision maker. Wanita lebih suka berpikir ini dululah, itu dululah, terus kalo udah, gimana inilah, gimana itulah. Ketiga, kekuatan wanita emang masih belum sekuat pria. Ya walaupun adalah ya, binaragawati yang bisa angkat barbel. Tapi, kan bukan berarti itu.

Pada akhirnya, gue membuat sebuah kesimpulan simple namun cukup untuk menjelaskan semuanya. Wanita punya kehebatannya sendiri dan pria pun begitu. Tapi, wanita juga punya kekurangan dan begitu pun pria.Namun, jauh di balik itu semua, kekurangan wanita adalah kelebihan pria dan kelebihan wanita adalah kekurangan wanita. Simple, right? Kalo keduanya bersatu. Life is getting easy!

Sebenernya, nggak harus ada masalah antara wanita dan pria, bukan? Bukankah kita hidup untuk saling melengkapi. Tapi, masih ada banyak hal yang harus di luruskan. Ketika pria berpikir untuk melindungi wanita, sebenarnya pria itu belum benar-benar ingin melindungi. Dia hanya sedang mencoba keberuntungannya untuk melindungimu. Sedangkan wanita, ketika dia ingin dilindungi, sebenarnya wanita belum sepenuhnya mengizinkan hatinya untuk mau di lindungi, karena wanita masih merasa punya banyak kesempatan untuk dilindungi dengan hati yang lain.

Well, all of all, gue cuma masih ngga kebayang kenapa masih ada pasangan yang kalo menurut gue, udah cocok luar dalem, tapi tetep aja udahan. *sigh*. Dan itulah apa yang semua orang sebut 'takdir'. Kita nggak bakal tau apa yang akan terjadi antara dua orang yang saling cinta dan tiba-tiba bubar gitu aja kaya nggak pernah ada yang terjadi. Dan kenapa gue ngebahas tentang ini? karena lagi-lagi seseorang membuat kesalahan yang menurut gue fatal. Oke, gue ngerti kok in hidup lo, bung! But you should be realized with the situation. Ya baiklah, it's not my own business. I know everybody have their own way to solve the problem.

Kira-kira nanti pasangan hidup gue bakal kaya gimana ya? Setia, romantis, atau kebalikannya? Entah kenapa baru saja terlintas di pikiran gue tentang ini, padahal di post kemaren gue masih bingung akan karir dan kesuksesan gue nanti haha labil. Tapi ya kalo gue di tanya tentang impian keluarga idaman gue kaya gimana, nah ya kaya gini nih; yang pasti gue mau menjalani hubungan dengan seseorang yang emang gue yakini akan menjadi pasangan hidup gue sampe gue tua nantinya. Gue nggak mau melakukan banyak hal dengan kesalahan yang sama. Gue mau seseorang yang ngga neko-neko, mau nerima gue apa adanya, ngga banyak ngomong tapi banyak pembuktian. Dan yang pasti seiman sama gue, karena gue udah rela kok kalo seseorang yang pernah ada di kehidupan gue, maksud gue yang ngga seiman ini, suatu waktu bakalan nikah sama seseorang yang seiman juga sama dia. Never mind!

Gue mau nanti udah sama-sama mapan dulu baru mikirin hubungan yang lebih serius. Dan yang pasti, gue mau punya karir, gue mau kerja dan punya kesibukan, big no for being housewife! Emang ngga jelek sih, jadi ibu rumah tangga, buktinya nyokap gue seorang ibu rumah tangga dan gue selalu bangga sama dia. Tapi gue juga ngga mau kalo cuma jadi penyambut tamu di rumah atau sekedar nyapu-nyapu rumah setiap hari. Gue mau punya banyak relasi juga. Tapi tenang aja, gue akan tetap menghormati pendamping hidup gue kok. Kita bakal buat perjanjian, mungkin salah satunya, jam kerja gue ngga bakal melebihi jam kerja dia, jadi pas nanti dia ada di rumah, gue juga udah ada di rumah (sebenernya, ini janji gue bareng sama seseorang yang kita sama-sama tau pasti ngga bakal kesampean haha).

Oke kayanya cukup sampe sini dulu deh. Pikiran gue jadi buyar sekarang. Gue inget sesuatu dan itu cukup membuat gue galau kembali.


Regards,

FMH
...

Just for you

Bogor, 13 Januari 2011
Kamu diberikan anugerah terindah
Kamu diberikan makhluk tercantik
Kamu diberikan kesempatan terbaik
Kamu diberikan hadiah termahal
Kamu diberikan senyuman termanis
Kamu diberikan tatapan terhangat
Kamu diberikan sentuhan terlembut
Kamu diberikan genggaman tererat
Kamu diberikan pelukan tertulus
Kamu diberikan kecupan termesra
Masih kurang, kah?
Sekarang kamu menyia-nyiakan semuanya. Anugerah, makhluk, kesempatan, hadiah, senyuman, tatapan, sentuhan, genggaman, pelukan, kecupan. Lalu apa yang kau miliki kini? Sayang sekali kawan, kau menolak kebahagiaan, kau mengabaikan kegembiraan, kau melakukan kesalahan. Tapi tenanglah, karena dia akan selalu memaafkanmu dan berkata "Terimakasih karena pernah menjadi bagian hidupku." Dan itulah wanita. Tak pernah ada alasan untuk tidak tegar, bukan? Karena aku juga begitu.

n.b. Untuk sahabat yang selalu menjadi sandaranku, kau harus merubah pola pikirmu, bung, kalau kau tidak mau kehilangan kebahagiaanmu.

Regards,


FMH

...

Saturday, January 1, 2011

2011

Happy New Year 2011, everyone!!!
Nggak banyak yang gw harapin di tahun yang baru ini, yang pasti ngehadapin dan ngejalanin aja apa yang nantinya akan hadir di hari-hari yang nggak bisa di prediksi. Kenapa gw bilang hari-hari yang nggak bisa di prediksi? Well, itu karena emang kita sebagai manusia biasa, tidak akan pernah bisa nebak besok akan terjadi apa. Dan yang bisa kita lakukan adalah menyelesaikan dengan apa yang kita bisa dan berharap keberuntungan selalu hadir dan nggak pernah bolos apalagi sakit. Hahaha so much fun here, I spent my new year's time with all of my big family. Dan sekarang udanh jam 3.40 tanggal 1 Januari 2011. Wow! I've go to bed now. Thank you for being a good place for me to share everything my blogheart!

...

Tuesday, December 28, 2010

! O U Y S S I M I

 27 December 2010, Beaching Time
 Whispering: "Anyone knows where is someone that I miss, is he miss me, like what I am doing now, please let me know soon, cause I have no more word now, I've spent all of my words just for saying (Hey mbem, I miss you)!"

...

Saturday, December 25, 2010

Out of Mind


Semua tak ada yang sia-sia. Itu yang saya tau dan mengerti. Hari ini saya rindu senyum itu. Hari ini saya rindu tawa itu. Hari ini saya rindu raut wajah itu. Hari ini saya rindu wangi parfum itu. Hari ini saya rindu aroma shampoo itu. Hari ini saya rindu segala apa yang saya rindukan. Itu. Iya yang itu. Kamu. Iya kamu yang itu. Kamu yang saya rindukan. Kamu yang harusnya saya tinggalkan saja di belakang. Kamu yang harusnya saya lupakan. Kamu yang harusnya tak saya lirik sedikit pun. Kamu yang harusnya tak saya kenal. Kamu yang harusnya tak saya lihat senyumnya. Kamu yang bodoh dan tak pernah punya inisiatif. Iya kamu! Saya rindu. Rindu sekali. Maaf.

...

Sunday, December 5, 2010

Heart's note

Bogor, 21 November 2010

Sudah lama aku tidak mengumbar kata-kata di sini. Rasanya ketika kita merasa telah memiliki seseorang, seperti telah melupakan hal sebelumnya. Ya hal yang ku sukai, hal dimana aku sendiri dengan sejuta kata di pikiranku yang dapat dengan mudah ku rangkainkan. Namun kini aku merasa tak ada yang harus ku rangkai, karena aku tak punya sejuta kata-kata itu. Mungkin hanya sebagian kecil kata yang terlepas dari kaitnya yang masih bisa ku rangkai ulang. Kau tahu, ketika kita mulai merasa memiliki seseorang, akan ada satu sisi yang seolah menghilang dan terdapat sisi lain yang muncul. Sisi dimana kau tidak bisa menjadi dirimu sendiri. Tapi kau tidak bisa mundur atau pun sekedar berbalik arah. Karena akan ada seseorang yang dengan setia menantimu. Walaupun sebenarnya kau pun masih ragu dengan apa yang sedang di nantinya, kau kah atau hati mu?
Entah mengapa, hanya saja aku merasa ini tak kan berhasil, namun yang sekarang aku tahu, dia sudah terlanjur masuk menjadi bagian dari hatiku.

...